Menakjubkan, Desain Pembangunan Bandara Baru Kota Singkawang

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dijadwalkan melakukan pencanangan bandar udara (bandara) di Kelurahan Pangmilang

Menakjubkan, Desain Pembangunan Bandara Baru Kota Singkawang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Desain pembangunan bandara baru Kota Singkawang 

Maka dari itu, tim perancang mengambil landasan aspek alam dan budaya sebagai representasi identitas Singkawang ke dalam perancangan bandar udara sebagai gerbang kota.

Baca: Prediksi BMKG, Hari Ini Wilayah Kalbar Berpotensi Dilanda Hujan Hingga Malam Hari

Baca: Raja Gol Persib Bandung Terancam Absen saat Jumpa Arema FC

Baca: Raja Gol Persib Bandung Terancam Absen saat Jumpa Arema FC

Perancangan Basic Design Bandar Udara Singkawang oleh Arsitek Hendy Lim dilandasi pendekatan etimologis dari asal usul nama Kota Singkawang.

Berasal dari Bahasa Hakka yakni “San Khew Jong”, berarti sebuah kota yang berlokasi di perbukitan, berdekatan dengan laut dan muara.

Penerjemahan konsep ini kemudian diartikan melalui elemen arsitektur vernakular Tidayu yang diterapkan dalam perancangan.

Melalui tatanan ruang, massa, serta sirkulasi, massa yang berundak-undak dari area apron menuju kerb keberangkatan dan menyimbolkan keindahan kontur Bumi Singkawang mulai dari perbukitan, berundak hingga ke tepian pantai.

Mengusung tatanan yang linear, memudahkan pengembangan Bandara Singkawang di masa mendatang.

Dari area kerb, terminal dibagi menjadi zona keberangkatan dan kedatangan yang dipisah oleh sebuah taman (courtyard).

Area courtyard yang dirancang terbuka dan berintegerasi dengan area sekitarnya merepresentasikan karakteristik dari Arsitektur Tionghua.

Penyusunan massa bangunan memiliki celah udara dan bukaan yang lebar ditujukan untuk memastikan sirkulasi udara alami yang baik.

Posisi ruang tunggu yang diletakkan pada lantai atas serta bentuk tatanan massa yang lebih tinggi menimbulkan kesan rumah panggung adalah representasi dari Arsitektur Dayak.

"Lalu pembentukan massa dengan elemen atap berlapis dihadirkan sebagai representasi dari Arsitektur Melayu," papar Hendy.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved