Kepala BNPB RI Minta Gubernur Kalbar Keluarkan Pernyataan Status Siaga Darurat Bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo meminta Gubernur Kalimantan Barat

Kepala BNPB RI Minta Gubernur Kalbar Keluarkan Pernyataan Status Siaga Darurat Bencana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo foto bersama dengan Kepala BRG RI Nazir Fuad, Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Kepala BPBD Kalbar TTA Nyarong dan jajaran usai rapat koordinasi (rakoor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla, banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) dan konflik sosial Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, di Grand Makhota Hotel Pontianak, Jumat (15/2/2019). 

Kepala BNPB RI Minta Gubernur Kalbar Keluarkan Pernyataan Status Siaga Darurat Bencana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo meminta Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji keluarkan pernyataan status siaga darurat bencana sebelum menjelang puncak musim kemarau.

Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis yang direncanakan agar BNPB bisa segera alokasikan anggaran untuk kesiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa akibatkan bencana asap.

“BMKG sudah berikan sebuah data. Bulan April sudah mulai mendekati musim kemarau. Mungkin, beberapa minggu sebelum terjadi puncak musim kemarau sudah ada pernyataan dari Pak Gubernur,” ungkapnya saat diwawancarai usai rapat koordinasi (rakoor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla, banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) dan konflik sosial Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, di Grand Makhota Hotel Pontianak, Jumat (15/2/2019).

Baca: Hendak Selamatkan Surat Berharga Kartika Hampir Nekad Terobos Kobaran Api

Baca: China Tutup Base Camp Gunung Everest Karena Tumpukan Sampah

Baca: Dukung Kolaborasi RRQ dan PSG, Mobile Legends Bang Bang Segera Rilis Skin Zodiac Bruno

Adanya status siaga darurat bencana, kata Doni, menjadi sebuah kekuatan untuk menggerakkan BNPB segera memberikan dukungan.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran. Upaya pencegahan akan banyak menghemat uang negara daripada harus melakukan penanganan,” imbuhnya.

Bencana asap karhutla menimbulkan kerugian besar dari segi materiil. Berkaca dari bencana asap karhutla tahun 2015, kerugian  materiil tercatat mencapai angka USD 16,1 Milyar (Dollar Amerika Serikat) atau Rp 221 Triliun.

Angka itu terbilang besar bila dibandingkan kerugian materiil bencana tsunami Aceh pada tahun 2014 yang menelan sekitar 200 ribu nyawa manusia mencapai angka USD 7 Milyar atau sekitar Rp 120 Triliun.

“Membandingkan karhutla tahun 2015 dengan tsunami Aceh, perbandingannya itu 1:2. Karhutla mengakibatkan kerugian luar biasa,” terangnya.

Doni menambahkan berdasarkan pemaparan Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda, Gubernur dan para pakar akademisi, penyebab kebakaran 99,9 persen adalah karena perbuatan manusia. Dari beberapa kasus karhutla yang ditemui di lapangan, sebagian besar pelakunya adalah warga masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved