"Teror di Bandara Rahadi Oesman Ketapang" Kapolres Beberkan Kronologinya

Yury menerangkan bahwa pelumpuhan tersebut juga melibatkan tim penembak jitu yang telah ditempatkan di titik-titik strategis di bandara.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Pelaku teror di Bandara Rahadi Oesman Ketapang saat membawa sandera ke dalam bandara. Kejadian tersebut merupakan simulasi dari latihan penanggulangan gangguan keamanan penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kamis (14/2/2019).(peristiwa ini hanya simulasi)   

"Teror di Bandara Rahadi Oesman Ketapang" Kapolres Beberkan Kronologinya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kamis (14//2019) pagi simulasi pelatihan penanggulangan gangguan keamanan di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang tadi pagi, Kamis (14/2/2019).

Polres Ketapang menjelaskan detail kronologis kejadian penyanderaan dan teror yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang.

Menurut Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat kejadian bermula sekitar pukul 08.30 Wib dan diawali oleh seseorang uang berinisial A yang merupakan penumpang pesawat dari maskapai PT. Kalong Air dengan nomor penerbangan KA 124 tujuan Ketapang-Pontianak, yang didapati membawa amunisi senjata api yang cukup banyak pada saat pemeriksaan barang di X-Ray pertama bandar udara Rahadi Oesman Ketapang.

Baca: VIDEO: Laga Seru, Ini Cuplikan Gol Kemenangan SMPN 2 Siantan

Baca: Usai Meresmikan, Wali Kota Edi Kamtono Tinjau Stan Promosi dan Kuliner Cap Go Meh 2570

"Pada saat akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang bersangkutan menolak dan melakukan perlawanan terhadap petugas kemanan bandara yang sedang bertugas ditempat pemeriksaan pertama. Petugas keamanan bandara pun berhasil melumpuhkan dan membawa yang bersangkutan ke pos polisi bandara untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, namun karena terus memberikan perlawanan yang bersangkutan kita bawa ke Mapolres Ketapang," terang Yury.

Setelah dibawa ke Mapolres Ketapang, rekan-rekan A berjumlah 5 orang yang sebelumnya ikut mengantar ke bandara mengetahui kalau rekannya dibawa ke Mapolres.

Mereka pun melakukan aksi penyanderaan dan teror terhadap petugas dan calon penumpang lainnya dengan menggunakan senjata api berupa pistol dan senapan Laras panjang.

Mereka menuntut agar rekannya dibebaskan dan diterbangi dengan pesawat udara ke Pontianak.

"Jadi pukul 08.35 Kepala bandar udara Rahadi Oesman Ketapang melakukan kontak dengan Kapolres dan Dandim 1203 Ketapang untuk melaporkan bahwa telah terjadi penyanderaan dan teror di bandara. Dan menyatakan bahwa bandara dalam kondisi gawat atau merah sekaligus menyerahkan komando penanganan kondisi gawat kepada Kapolres Ketapang sesuai dengan SOP yang ada didalam dokumen Airport Security Programme (ASP)," lanjut Yury.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved