Dialog Interaktif Bahas Revolusi Industri 4.0, Ini Penjelasan BPSDM Kalbar

Harus bersinergi dan terpadu. Sehingga arah langkah terutama kerangka pemahaman masyarakat bisa secara keseluruhan

Dialog Interaktif Bahas Revolusi Industri 4.0, Ini Penjelasan BPSDM Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Alfian saat diwawancarai usai dialog interaktif 2019 dalam rangka peringatan HUT Ke-62 Pemprov Kalbar bertema mewujudkan pelayanan publik yang inovatif dan transparan di era revolusi industri 4.0 menuju masyarakat Kalbar sejahtera dan berdaya saing di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kamis (14/2/2019) siang. 

Dialog Interaktif Bahas Revolusi Industri 4.0, Ini Penjelasan BPSDM Kalbar  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Alfian menegaskan pengambilan tema revolusi industri 4.0 dalam dialog interaktif Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-62 Pemprov Kalbar merupakan wujud dukungan pihaknya terhadap upaya peningkatan pelayanan publik di Kalimantan Barat.

Pasalnya, Gubernur Kalbar H Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan menginginkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Ini bagian support kami dari unit kerja BPSDM kepada Pemprov Kalimantan Barat. Harapan Pak Gubernur, penting untuk sebarluaskan informasi terkait pemahaman revolusi industri 4.0,” ungkapnya saat diwawancarai awak media usai dialog interaktif 2019 dalam rangka peringatan HUT Ke-62 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat bertema mewujudkan pelayanan publik yang inovatif dan transparan di era revolusi industri 4.0 menuju masyarakat Kalbar sejahtera dan berdaya saing di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kamis (14/2/2019) siang.

Baca: VIDEO: Peresmian Gedung Unit Bank Kalbar Syariah, Ria Norsan Tandatangani Prasasti

Baca: Hery: Tahun 2018, Terjadi Peningkatan 100 Persen Penyalahgunaan Narkoba Kategori Pelajar

Ia menimpali era revolusi industri 4.0 memang tidak bisa dihindari. Untuk menghadapinya diperlukan pemahaman dan kesiapan siapapun.

“Terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk semakin terbuka terhadap perkembangan informasi dan harus juga menyiapkan diri terhadap apa yang harus  dilakukan,” terangnya.

Alfian menambahkan BPSDM Provinsi Kalbar terus berupaya mengembangkan kompetensi para ASN terhadap pemahaman-pemahaman berkaitan revolusi industri 4.0.

“Melalui forum ini, semoga dapat banyak hal baik yang kita dapatkan dalam kerangka meningkatkan pelayanan publik daerah agar semakin baik dan lebih baik di masa-masa mendatang,” katanya.

Revolusi industri 4.0, kata dia, harus meluas pada setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah baik level Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa.

“Harus bersinergi dan terpadu. Sehingga arah langkah terutama kerangka pemahaman masyarakat bisa secara keseluruhan. Masyarakat tidak bias dalam memahami secara utuh,” ujarnya.  

Pemahaman ini juga penting agar apa yang dilakukan pemerintah dalam hal pelayanan publik bisa direspon dan dipahami oleh masyarakat. Masyarakat berkewajiban dan punya hak mengoreksi apa yang dilakukan pemerintah.

“Masyarakat juga harus paham apa yang dilakukan Ombudsman. Mungkin ada saluran komunikasi informasi terhadap layanan yang tidak memuaskan. Mereka bisa sampaikan sebagai koreksi terhadap penyelenggaraan pemerintah. Ini harus dipahami oleh masyarakat mulai jenjang pusat sampai bawah,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved