Cicipi Kue Batang Burok di Festival Khatulistiwa Jazz, Ini Ungkapan Yanieta Arbiastuti

Karena kita tidak mempunyai sumber daya alam, maka dengan ini kita bisa menampilkan kue batang burok untuk menjadi makanan khas kembali

Cicipi Kue Batang Burok di Festival Khatulistiwa Jazz, Ini Ungkapan Yanieta Arbiastuti
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDI ASRI GITA UTAMI
Walikota Pontianak Yanieta Arbiastuti dalam menyicipi perlombaan kue batang burok di festival Pontianak food khatulistiwa jazz yang di gelar di halaman parkir MegaMall Ayani, Selasa (12/2/2019). 

Cicipi Kue Batang Burok di Festival Khatulistiwa Jazz, Ini Ungkapan Yanieta Arbiastuti

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Senyum dan gelak tawa terlihat cantik dari istri Walikota Pontianak Yanieta Arbiastuti dalam menyicipi perlombaan kue batang burok di festival Pontianak food khatulistiwa jazz yang di gelar di halaman parkir MegaMall Ayani, Selasa (12/2/2019).

Yanieta, begitu sapaan masyarakat merupakan contoh dari perempuan yang ada di Kota Pontianak.

Dengan hadir dan ikut mencicipi makan khas lokal tersebut, Yanieta berharap makanan ini bisa menjadi kuliner menarik dengan beragam varian yang sudah telah dibuat oleh masyarakat yang sudah mengikuti perlombaan tersebut.

"Saya ikut mencoba mencicipi makanan ini, dan ternyata luar biasa enak sekali. Apalagi ibu-ibu memasak dengan bentuk dan variasi yang menarik, sehingga saya ingin mencoba semuanya walaupun namanya adalah kue batang burok tetapi hasilnya sangat beda di lidah," ujarnya saat di temui di festival tersebut.

Baca: Kredit Mikro, Ismail: Program Unggulan Bank Kalbar

Yanieta yang kerap sekali untuk diajak berfoto dengan para ibu-ibu, sangat senang dan antusias atas kebahagian yang sudah dirasakan oleh kaum wanita di dalam festival tersebut.

"Memasak itu memang ciri khas dari perempuan, ditambah lagi dengan nuansa memasak kue batang burok yang kini kembali di populerkan ke masyarakat karena kue tersebut juga kurang dikenal di masyarakat kita sendiri, dan inilah saatnya kita kembali perkenalkan kudapan nikmat kue batang burok ini," paparnya.

Dengan melanjutkan, ia mengatakan ada empat penilaian dari kue batang burok tersebut yaitu kreatifitas, kebersihan, penampilan, dan juga rasa.

"Ibu-ibu yang ikut ini luar biasa kreatifitas mereka, selain isi kentang dan daging pada umumnya, mereka bisa mengkreatifkan dengan isi ikan dan lain sebagainya," ujarnya tersenyum.

Yanieta menceritakan bahwa kue batang burok merupakan makanan khas pada zaman dulu yang banyak dikenal di keraton Kadariah yang menjadi makanan ekslusif para raja dan berkembangnya zaman akhirnya semua masyarakat bisa ikut merasakan bahwa nikmatnya kue batang burok tersebut.

"Karena kita tidak mempunyai sumber daya alam, maka dengan ini kita bisa menampilkan kue batang burok untuk menjadi makanan khas kembali," harapnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved