Bupati Ajak Antisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang Sejak Dini

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan Pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO

Bupati Ajak Antisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang Sejak Dini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Rabu (13/2/2019). 

Bupati Ajak Antisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang Sejak Dini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan Pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Yang di inisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB).

Merupakan sebuah kegiatan yang di harapkan bisa mengedukasi dan mengantisipasi mengenai kemungkinan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sambas.

"Alhamdulillah hari ini kita telah Melaksanakan pertemuan, nantinya dari kegiatan ini diharapkan akan memberikan sosialisasi dan pencerahan terkait dengan tindak pidana perdagangan orang," ujarnya, Rabu (13/2/2019).

Baca: PDAM Sirin Meragun Raih Peringkat Kedua se Kalbar

Baca: Nurhasan Ditemukan Meninggal dalam Mobil Yang Diparkir di Terminal

Baca: Antusiasme Pendaftaran Rekrutmen Pegawai Pemerintah Non PNS di Bawaslu Sekadau

"Karena masyarakat Sambas dan anak-anak Sambas banyak bekerja di luar negeri maka Sudah barang tentu ini menjadi perhatian serius kami dari pemerintah Sambas," ungkapnya.

Atbah menjelaskan, saat ini banyak masyarakat Kabupaten Sambas yang bekerja di luar negeri. Oleh karenanya TPPO menjadi salah satu konsen dari Pemda yang harus di antisipasi. Jangan sampai ada masyarakat Sambas yang terdampak dari TPPO.

"Karena ini terkait dengan masa depan anak-anak kita dan pekerja kita yang ada di luar negeri. Jangan sampai kita hanya peduli pada saat adanya kejadian tapi kita sudah mengantisipasi sejak jauh hari. Saya harap kedepan akan ada rencana aksi dan reaksi yang akan dilaksanakan di lapangan," bebernya.

Atbah menjelaskan, saat ini tercatat ada 1.212 warga Sambas uang bekerja di luar negeri. Menurutnya hampir 86% diantaranya adalah tamatan SD.

Jadi menurut Atbah, itu sangat rentan dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Belum lagi yang ilegal, itu juga sangat rentan terhadap TPPO.

Baca: Jadwal Liga Italia Pekan 24: Juventus Vs Frosinone, Atalanta Vs Milan, AS Roma vs Bologna Penutup

Baca: Sah! Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim

Baca: APK Tak Sesuai Aturan, Maryadi: Jangan Sampai Bawaslu Terlihat Abai

"Untuk itu saya selaku bupati Kabupaten Sambas serius untuk memperhatikan hal ini. Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi agar anak-anak kita saudara-saudara kita tidak tergoda, dan tidak mau dengan cara yang ilegal," ucapnya.

"Ini penting jika itu sudah tersosialisasi dan dipahami masyarakat. Saya pikir itu adalah upaya memperkecil TPPO, tapi setelah itu orang yang kita kirim sebagai pekerja imigran juga harus memiliki skill," ujar Bupati Sambas.

Olwh karenanya, Atbah mengenaskan kedepan ia akan membentuk tim untuk Gugus Tugas TPPO dibentuk dan akan di support dengan anggaran. Untuk itu ia meminta agar Gugus Tugas itu bekerja serius.

"Saya juga akan monitor perpekan dan saya minta Kepala Dinas melaporkan secara berkala kepada saya," tegasnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved