Rusman Ali Harapkan Baznas Mampu Optimalkan Potensi Zakat di Kubu Raya

Selanjutnya keberadaan Baznas sendiri selaku koordinator dalam hal pengumpulan zakat dan pendistribusiannya.

Rusman Ali Harapkan Baznas Mampu Optimalkan Potensi Zakat di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Zakat Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/2/2019). 

 Rusman Ali Harapkan Baznas Mampu Optimalkan Potensi Zakat di Kubu Raya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Rusman Ali berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kubu Raya dapat melakukan optimalisasi potensi zakat, infak, dan sedekah dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Zakat Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/2). 

"Baznas sebagai lembaga pemerintah nonstruktural merupakan institusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dan pengelolaan zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat khususnya umat Islam. Keberadaan Baznas bisa meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus penanggulangan kemiskinan di negara kita khususnya di Kabupaten Kubu Raya," ujar Rusman Ali.

Menurutnya zakat merupakan satu diantara instrumen dalam menumbuhkan perekonomian. Selain membantu mengurangi beban pemerintah dalam menangani masalah-masalah sosial, zakat secara tidak langsung juga dinilainta dapat membantu dan menopang APBD. 

Baca: VIDEO: Sempat Dipagar Beberapa Jam, Jalan Poros Provinsi di Simba Raya Kembali Dibuka

Baca: Hadiri Pelantikan Pengurus DAD dan FPD Kecamatan Sepauk, Ini Pesan Wabup Askiman

"Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sangat berperan dalam pengembangan dan pemberdayaan zakat. Untuk itu ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan zakat ini, yaitu regulator, motivator, koordinator, dan fasilitator," kata Rusman Ali

Ia menjelasakan regulator berkaitan dengan sudah lengkapnya panduan yang dikeluarkan pemerintah dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, instruksi presiden, hingga Peraturan Badan Amil Zakat Nasional.

Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten yang harus menjadi motivator atau motor penggerak masyarakat untuk berzakat. 

"Selanjutnya keberadaan Baznas sendiri selaku koordinator dalam hal pengumpulan zakat dan pendistribusiannya. Terakhir fasilitator, di mana Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sudah mengalokasikan anggaran kepada Baznas Kubu Raya sesuai kemampuan keuangan daerah," tuturnya.

Karena itu hasil kesepakatan dalam rakor nantinya ia berharap harus dapat diimplementasikan. 

"Karena zakat harus dikelola dengan baik dan sesuai syariat Islam, untuk itu, pengurus Baznas harus solid agar apa yang diprogramkan bisa mudah dikerjakan dan memperoleh hasil yang maksimal," pungkas Rusman Ali

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved