Tarif Naik Berujung Boikot Asperindo, Pemerintah Terima Aspirasi Asperindo Kalbar

JNE memastikan tetap melayani semua pengiriman paket konsumen normal seperti biasanya. Termasuk pengiriman paket via kargo

Tarif Naik Berujung Boikot Asperindo, Pemerintah Terima Aspirasi Asperindo Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pertemuan Antara Asperindo dan Pemerintah, Permasalahan Tarif SMU Naik Mulai Terurai Bagi JNE 

Tarif Naik Berujung Boikot Asperindo, Pemerintah Terima Aspirasi Asperindo Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kisruh soal naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang berdampak pada tingginya biaya operasional ekspedisi sedikit teruai. Setelah sebelumnya sempat diprotes oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) dengan boikot pengiriman barang, situasi mencair setelah ditengahi pemerintah.

Hal inipun lantas disambut positif beberapa anggota Asperindo. Satu di antaranya yakni PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau populer disebut JNE.

"JNE juga sangat mengapresiasi tanggapan baik pemerintah. Yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Asperindo," ujar VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, sebagaimana rilis yang diterima www.tribunpontianak.co.id, Senin (11/02/2019).

Upaya memecah kebuntuan atas naiknya tarif SMU yang konon mencapai 300 persen itu satu di antaranya lewat penyelenggaraan pertemuan antara pelaku jasa logistik. Termasuk Asperindo, di mana JNE jadi satu dari 200 lebih perusahaan anggotanya, pada Rabu (06/02/2019) lalu.

Baca: TERPOPULER - LIDA 2019, Ramalan Zodiak, Hingga Laga Manchester City Vs Chelsea

Baca: Empat Anggota DPD RI Asal Kalbar Serta Tugas dan Fungsinya

Baca: Wagub Ria Norsan Sebut Problematika Gizi dan Pangan di Indonesia Hal Kompleks, Ini Sebabnya

Baca: Teras Bangunan BNI Roboh, BNI Pastikan Tak Korban Jiwa

Pertemuan ini sendiri disebut diperlukan untuk memajukan industri logistik. Dengan menganalisa tiap permasalahan agar solusi terbaik dapat dijalankan, termasuk tentang tarif SMU.

Setelahnya, JNE memastikan tetap melayani semua pengiriman paket konsumen normal seperti biasanya. Termasuk pengiriman paket via kargo udara ke seluruh wilayah Indonesia yang sangat berdampak terhadap kenaikan tarif SMU tersebut.

Hal tersebut dilakukan demi melayani konsumen sebaik mungkin. Sehingga kebutuhan pengiriman paket konsumenpun tak terganggu dengan berbagai perkembangan yang ada saat ini.

Apalagi, secara historis JNE telah berdiri sejak 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE saat ini juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance.

Pada akhir 2012 lalu, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri dan terpisah dari unit kurir ekspres. Mulai 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight.

Pada 2014, JNE mempersiapkan JNE E-Commerce dan melakukan optimalisasi Mobile Applications, serta membangun 250 kantor operasional juga mempeluas jaringan hingga lebih dari 6000 outlet di seluruh Indonesia untuk bersaing dalam Asia Free Trade Area yang berjalan sejak tahun 2015. 

Penulis: Ishak
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved