Bentuk Karakter, Mental dan Rasa Nasionalisme Melalui Paskibraka

Aipda Raimond dari Brimob menjadi salah satu juri dilomba Pengibaran Bendera Konfigurasi (LPBK) yang ke-23

Bentuk Karakter, Mental dan Rasa Nasionalisme Melalui Paskibraka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Aipda Raimond saat menyerahkan piala kepada pemenang lomba Pengibaran Bendera Konfigurasi di SMA N Pontianak. 

Bentuk Karakter, Mental dan Rasa Nasionalisme Melalui paskibraka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Aipda Raimond dari Brimob menjadi salah satu juri dilomba Pengibaran Bendera Konfigurasi (LPBK) yang ke-23 yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Pontianak di Jl. Wr. Supratman, Kota Pontianak, minggu (10/1).

Raimond dan jurilah memberi kesan dan melihat dari segi positifnya kegiatan LPBK ini. Menurut pihak juri bahwa paskibra ini adalah satu bagian kegiatan yang sadar ataupun tidak sadar mampu merubah karakter, mental , cara berfikir, serta bisa lebih nasionalis dan mengerti tentang budaya.

"Kegiatan ini harus jadi pelatihan khusus, selama ini hanya diadakan oleh muridnya sendiri. Kalau bisa kedapnya peran serta keaktifan guru dapat terlibat langsung," ujar Raimond.

Baca: SMAN 3 Pontianak Adakan Lomba Pengibaran Bendera Konfigurasi, Diikuti 25 Sekolah

Baca: Sebutan PII Sambas Radikal, Terbantahkan Atas Kehadiran Sejumlah Tokoh dan Asisten Gubernur Kalbar

Baca: Ahyadi Ajak Insan Pers Jadi Ujung Tombak Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Raimond juga katakan untuk menjadi paskibraka Provinsi bahkan nasional tahapannya lebih berat lagi.

Raimond adalah tim pelatih paskibraka di provinsi. ia katakan untuk masuk menjadi paskibraka ada tahapan-tahapannya.

"Mungkin disekolah tujuan arahnya kesana biar muridnya bisa terpilih menjadi paskibraka," ujarnya.

Raimond berharap pihak sekolah harus telaten dalam memilih pelatih.

Karena menjadi pelatih paskibraka tidak sekedar tau tentang paskibra, tetapi orang yang harus memahami, dan yang bisa menyampaikan materi. Minimal dia seorang guru .

"Pesan saya siapapun pemenang bukan lah yang terbaik, yang kalah bukan terjelek, kebetulan saat ini nilai nya atas kesepakatan panitia dan peserta," ujarnya.

"Menurut Raimond untuk paskibraka SMA yang ikut loma sudah mapan," ujarnya.

Baca: Tim Volunteer Keuskupan Agung Pontianak Adakan Aksi Peduli Untuk Sungkung

Baca: Prediksi BMKG Siang Ini dan Malam Hari Akan Diperkirakan Hujan

Baca: Generasi Millenial Menyumbang Angka Kecelakaan Lalu Lintas Tertinggi

Nah, untuk syarat utama seleksi paskibraka

Provinsi adalah sekolah tersebut harus ada kegiatan ekstra paskibraka, tinggi badan siswa minimal 170 cm, siswa harus masih kelas dua.

"Kalau ada yang ketahuan mrngirimkan yang kelas 3, maka akan di diskulifikasi untuk tahun berikut nya," ujarnya.

Untuk semua sekolah bisa mengrimkan siswanya, namun untuk tahap awal dari kabupaten, dari kabupaten mengirimkan nama untuk direkap.

Dari kabupaten juga mengambil sekolah-sekolah yang punya kegiatan ekstra paskibraka. setelah dari kabupaten terkumpul barulah di kirim ke provinsi .

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved