Pengusaha Rumah Makan Ceritakan Pengalamannya Pernah Dapatkan Uang Palsu

Peredaran uang palsu (upal) belakangan ini mulai merambah ke Wilayah Kabupaten Mempawah.

Pengusaha Rumah Makan Ceritakan Pengalamannya Pernah Dapatkan Uang Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
Seorang Pengusaha Rumah Makan, Evi saat ditemui di Pasar Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (10/2/2019). 

Pengusaha Rumah Makan Ceritakan Pengalamannya Pernah Dapatkan Uang Palsu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Peredaran uang palsu (upal) belakangan ini mulai merambah ke Wilayah Kabupaten Mempawah.

Hal ini tentunya membuat khawatir sejumlah pedagang dan warga Kabupaten Mempawah.

Dimana pada hari Jumat (8/2) Polsek Anjongan menangkap 4 tersangka pengedaran uang palsu.

Pengusaha Rumah Makan di pasar Sungai Pinyuh mengakui dirinya pernah mendapatkan uang palsu pecahan Rp. 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Baca: Peredaran Upal, DPRD Minta Masyarakat Terapkan 3D

Baca: Prediksi Starting XI Big Match Manchester City Vs Chelsea, H2H & Live Streaming via MaxStream

Baca: Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sanggau Sukses Gelar Mapenta

"Saya pernah dapat uang palsu Rp. 100 ribu dan Rp 50 ribu, saya tahu itu uang palsu pas udah dirumah. Balik jualan mau kemasin uang hasil penjualan, liat uang ini beda, dan dicek ternyata uang palsu," ujar Evi pengusaha sebuah rumah makan saat diwawancarai Tribun, di Pasar Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (10/2/2019).

Dengan kejadian tersebut, Evi merasa khawatir apalagi peredaran uang palsu ini sudah marak terjadi.

"Saat ini memang rawan peredaran uang palsu, kita harap pihak kepolisian bisa cepat menuntaskan hal ini," ungkapnya.

Evi mengatakan dirinya sudah tiga kali mendapatkan uang palsu tersebut, namun memang tidak melapor ke pihak kepolisian.

"Udah tiga kali dapat, tapi tidak lapor, ya kita ikhlaskan saja, mau laporpun tak tau orangnya siapa," imbuhnya.

Setelah kejadian tersebut, Evi menegaskan dirinya sangat teliti dalam menerima uang dari pelanggan.

"Sekarang kita teliti, apakah uang itu palsu atau tidak. Namun kadang khawatir, kalau sudha ramai kan susah juga buat nelitinya," terangnya.

Dalam kesempatan ini, Evi sedikit berbagi tips membedakan uang palsu dan asli.

"Mudah saja kasik aja sedikit air, kalau palsu pasti luntur. Dan di ronyok kalau tak kembali, itu sudah jelas uang palsu," tutup Evi.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved