Ciptakan Trend Kesenian Baru, Beberapa Seniman Lahirkan Sonikustik

Sonikustik, diambil dari dua istilah yaitu sonik yang diambil dari istilah bahasa pengekodingan untuk komputer, dan kustik dari akustik.

Ciptakan Trend Kesenian Baru, Beberapa Seniman Lahirkan Sonikustik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BELLA
Salah satu seniman yang terlibat dalam Sonikustik 

Ciptakan Trend Kesenian Baru, Beberapa Seniman Lahirkan Sonikustik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sonikustik, diambil dari dua istilah yaitu sonik yang diambil dari istilah bahasa pengekodingan untuk komputer, dan kustik dari akustik.

Rama Anggara, saat ditemui Tribun beberapa waktu yang lalu menjelaskan bahawa Sonikustik merupakan sebuah nama untuk merepresentasikan kegiatan yang mereka gelar pada Sabtu dan Minggu (2-3/2/2019) yang lalu.

Pada 2018 lalu, Ia berinisiatif untuk coba mengumpulkan beberapa teman yang memiliki bakat dibidang sini, khususnya seni musik.

Baca: Komunitas Helmet Lovers Turut Meramaikan Safety Riding Competition

Baca: Bawa Pengalaman Dari Kanada, Elisa Membangun Excellence English Studio

Baca: Ini Syarat dan Jadwal Pendaftaran Bagi yang Ingin Menjadi Pengawas TPS di Delta Pawan

Maka lahirlah sebuah event kolaborasi bernam Sonikustik, yang pada perinsip dasarnya merujuk pada kesenian tradisional, namun dikemas dalam konsep yang kekinian.

“Kami ingin mengangkat kesenian tradisional ke ranah yang lebih moderen, tapi substansinya tetap terjaga, cuma sajiannya yang modern,” kata Rama.

Karena berdasarkan pengalaman mereka selama ini, jika menyajikan (musik tradisional) secara frontal, sedikit banyak orang merasa bingung.

Hal itu karena, secara umum orang lebih terbiasa mendengar dan memahami musik barat (modern atau populer).

Kedua, menurut Rama diera sekarang sajian seni pertunjukan mengarah ke performance art.

“Bukan satu sajian, lebih lintas disiplin kalau untuk sekarang khususnya seni pertunjukkan,” ungkap Rama.

Melalui Sonikustik, mereka juga ingin menciptakan budaya baru dalam permusika di Kota Pontianak.

“Istilahnya biar ndak ada pemusatan (kesenian) untuk bisa populer harus ke Jakarta, Jawa, untuk menyetarakan khususnya seni pertunjukkan, makanya kami dari luar balik dan mencoba bikin ruang baru,” kata dia.

Dan untuk menciptakan trend baru di Pontianak, tantangannya mereka harus menciptakan pasar sendiri.

“Yang udah populer duluan susah kita potong, strateginya melibatkan yang udah populer tapi dengan prinsip kita tetap berjalan sesuai era sekarang. Salah satu triknya melibatkan penampil tamu,” tukasnya.

Penulis: Bella
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved