Yuk Periksa Kesehatan Reproduksi, Darmanelly: Kanker Servik Penyakit Mematikan Kaum Perempuan

TP-PKK Kota Pontianak mengajak masyarakat untuk selalu memeriksakan kesehatannya dan mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Yuk Periksa Kesehatan Reproduksi, Darmanelly: Kanker Servik Penyakit Mematikan Kaum Perempuan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Kepala Pokja IV TP-PKK Kota Pontianak, Dokter Darmanelly 

Yuk Periksa Kesehatan Reproduksi, Darmanelly: Kanker Servik Penyakit Mematikan Kaum Perempuan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Ketua Pokja Empat, TP-PKK Kota Pontianak yang mengelola bidang Kesehatan, Perencanaan Sehat dan  Pelestarian Lingkungan Hidup, Darmanelly  menyebutkan bahwa wanita usia subur (WUS) semestinya memeriksakan kesehatannya reproduksinya, untuk menghindari kanker leher rahim secara berkala.

TP-PKK Kota Pontianak mengajak masyarakat untuk selalu memeriksakan kesehatannya dan mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. 

"Wanita Usia Subur di Kota Pontianak cukup banyak, berdasarkan data yang ada pada tahun 2018, Sasaran WUS 96.316 orang. Ini kita galakan karena penyakit kanker yang banyak merenggut nyawa perempuan adalah kanker leher rahim atau kanker servik,"ucap Darmanelly saat diwawancarai, Sabtu (9/2/2019).

Dharmanelly menyebutkan, sebetulnya kanker ini  bisa dicegah, kalau diketahui lebih dini. Oleh sebab itu, PKK Kota Pontianak mengharapkan wanita berusia subur memeriksakan kesehatannya minimal satu kali dalam setahun. 

Baca: Komunitas Siaga Bencana Ikut Cari Korban Tengelam di Entibab

Baca: Hari Pers Nasional, Inilah Sosok Perintis Surat Kabar Pertama di Indonesia Sejak Jaman Belanda

Darmanelly menjelaskan sepanjang tahun 2018, Sasaran Wanita Usia Subur  (WUS) mencapai 96.316 orang, sedangkan yang diperiksa 1.604 orang dan ditemukan mereka yang terinfeksi Visual Asam Asetat (IVA) positif 6 kasus (0,4 persen) 

Sementara untuk Sasaran Wanita Usia Subur  (WUS) 2017 sebanyak 94.474, yang diperiksa 2.904 dan yang tedapat  IVA positif 26 kasus (0,9 persen)

Wanita usia subur itu, sebenarnya dari umur 15 tahun, tapi yang paling tinggi resiko terkena kanker leher rahim, adalah perempuan berumur 30 tahun keatas. 

"Jadi saat ini semua Puskesmas di Kota Pontianak sudah mampu memeriksa, infeksi Visual Asam Asetat (IVA). Memang dalam, pemeriksaan sedikit risih, tapi  untuk kesehatan haruslah mengenyampingkan rasa risih tersebut," tegasnya. 

Baca: BNSP Minta Para Driver Kedepankan Safety dan Kendaraan Layak

Baca: IPW Desak Polri Ungkap Kasus Pembakaran Kendaraan Beruntun di Jateng

Pihaknya di Kota Pontianak mempromosikan pada semua wanita subur, agar memeriksakan kesehatannya. Kalau memang terdapat kelainan saat diperiksa maka langsung ditanggulangi dan diambil tindakan, tapi kalau sudah stadium tinggi baru dirujuk ke layanan kesehatan yang lebih tinggi. 

"Kita menghimbau pada wanita usia subur untuk melakukan IVA tes, karena disemua layanan kesehatan di Kota Pontianak bisa,"sarannya. 

Hal yang membuat wanita itu terabaikan karena kanker leher rahim itu gejalanya minim. Kalau masih stadium awal tidak ada keluhan tapi kalau sudah stadium lanjut,  bagi pasangan usia subur, ketika berhubungan bisa pendarahan. 

"Minimnya gejala membuat lengahnya para wanita untuk melakukan pemeriksaan. Kanker leher rahim ini kalau baru awal tidak ada gejala. Kecuali kalau sudah lanjut baru lah, bisa keputihan berlebihan, pendarahan dan lainnya," jelas Dokter Darmanelly.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved