Terkait IVA, Kepala Dinas Kesehatan, Handanu Ajak Masyarakat Periksa Sejak Dini

Jika dibandingkan dengan jumlah WUS dan mereka yang memeriksakan dirinya, Handanu sampaikan persentasenya sangat kecil.

Terkait IVA, Kepala Dinas Kesehatan, Handanu Ajak Masyarakat Periksa Sejak Dini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu. 

Terkait IVA, Kepala Dinas Kesehatan, Handanu Ajak Masyarakat Periksa Sejak Dini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan sepanjang 2018 dari sasaran Wanita Usia Subur (WUS), 96.316 orang hanya 1606 orang memeriksakan dirinya terkait Infeksi Visual Asam Asetat (IVA) atau dikenal juga dengan kanker leher rahim. Kemudian dari 1606 yang diperiksa terdapat 6 orang yang terdeteksi. 

Jika dibandingkan dengan jumlah WUS dan mereka yang memeriksakan dirinya, Handanu sampaikan persentasenya sangat kecil. 

"Kalau kita lihat dari statistik angka kesakitan itu merupakan penyakit kanker yang paling banyak yang di derita oleh wanita adalah kanker serviks. Sesudahnya adalah kangker serviks dan kangker payudara," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Sabtu (9/2/2019).

Baca: IPW Desak Polri Ungkap Kasus Pembakaran Kendaraan Beruntun di Jateng

Baca: Pegasus Incar Poin Penuh untuk Terhindar dari Zona Degradasi

Angka kesakitan kanker serviks dan payudara dijelaskannya memang merupakan angka yang paling tinggi menyerangkan para kaum perempuan. 

"Tapi di Kota Pontianak kita belum mempunyai data berapa insidennya karna kita belum ada penelitian. Ini merupakan penelitian nasional," ujarnya.

Padahal ditegaskannya, apabila ini cepat ditemukan maka dapat diobati. 

"Inikan kalau semakin cepat ditemukan maka dapat ditangani dan bisa sembuh,"ucap Handanu.

Handanu mengimbau pada seluruh wanita usia subur untuk memeriksakan kesehatan dirinya, karena setiap puskesmas yang ada dipastikannya bisa memeriksa IVA. 

"Masih kecilnya angka masyarakat yang memeriksakan dirinya karena faktor pengetahuan dan malu," tambahnya.

Baca: Kronologi Pengungkapan Produksi Uang Palsu di Pontianak: Ratusan Juta Beredar, Ibu Pingsan Digrebek

Baca: Pegasus Incar Poin Penuh untuk Terhindar dari Zona Degradasi

Saat ini,  di Pontianak ada program IVA untuk pemeriksaan deteksi awal kangker serviks, maka ia mengajak perempuan khusus pada usia subur untuk memeriksakan kesehatan dirinya.

"Semua Puskesmas kita bisa memeriksanya dan itu merupakan salah satu pelayanan yang terus kita lakukan. Termasuk penyakit yang tidak menular yang menjadi prioritas pelayanan kesehatan," tegasnya.

Ia menambahkan kalau di temukan dalam stadium dini, maka  bisa di obati. Tapi kalau di temukan stadium lanjut atau dua ke atas maka  termasuk penyakit yang sulit untuk di tangani.

"Setiap wanita yang sudah nikah kemudian masih usia produktif sampai usia 60 tahun itu sebaiknya setahun sekali melakukan pemeriksaan kangker leher rahim. Karena itu upaya pencegahan yang paling bagus, dengan di temukannya lebih awal  sehingga bisa dilakukan pengobatan. Jika di temukan di stadium lanjut itu belum ada obat," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved