Longsor Bengkayang

Sekjend MDAN, Yakobus Kumis Ungkap Fakta Penyaluran Bantuan Bagi Korban Tanah Longsor Sungkung

Sekretaris Jendra Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis menerangkan donasi yang disalurkan pada donator melalui posko

Sekjend MDAN, Yakobus Kumis Ungkap Fakta Penyaluran Bantuan Bagi Korban Tanah Longsor Sungkung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis saat diwawancarai usai sidang hukum adat Dayak di Rumah Betang Sutoyo, Kota Pontianak, Selasa (4/9/2018) siang. 

Sekjend MDAN, Yakobus Kumis Ungkap Fakta Penyaluran Bantuan Bagi Korban Tanah Longsor Sungkung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Jendra Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis menerangkan donasi yang disalurkan pada donator melalui posko yang dibuka oleh MADN dam Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar dan Ormas Pemuda Dayak Kalbar untuk korban bencana tanah longsor, untuk tahap pertama sudah dikirimkan.

"Barang-baramg yg di kumpulkan tanggal 2-3 Februari 2019, telah di bawa ke Entikong pada tanggal 4 dan di salurkan secara bertahap,"ucap Yakobus Kumis, Jumat (8/2/2019).

Kemudian disalurkan ke Dusun Medeng, Desa Sungkung II, Kecamatan Siding di Mulai tanggal (5/2). Hal ini di sebabkan cuaca hujan, kondisi jalan yang rusak parah, putusnya beberapa jembatan sehingga bantuan di bawa menggunakan kendaraan double gardan.

Kemudian di bawa lagi dengan perahu dua kali estafet menuju lokasi ben cana Dusun Medeng, Desa Sungkung II.

Baca: Alur Pengajuan Beasiswa Bank Indonesia

Baca: Cerdas Dalam Memimpin, Motivator Chairul Fuad Ungkap Ini Yang Harus Dilakukan

Baca: Populer di Handphone, PUBG Versi PC Akan Segera Masuk Indonesia

Diceritakan Yakobus Komis, bahwa rute perjalanan dan biaya angkut sebagai bantuan berikut:

Bantuan di bawa dari gudang di Entikong menuju Desa Suru Tembawang dengan mobil strada.

Dari Desa Suru Tembawang di angkut ke perahu melalui sungai sekayam sampai bukit Riam Jay, perperahu (400 kg) dengan biaya 500 ribu, dari perahu di angkat nuju Bukit Riam Jay sekitar 3 jam.

Dari Riam Jay bantuan di muat di perahu menuju Dusun Medeng, dengan biaya 1.5 juta per perahu. Dengan perjalanan selama 6 jam.
Dari pinggir sungai baru di angkat ke darat dengan di panggul menuju lokasi.

"Untuk mengangkut bantuan 1 perahu (400 kg) perlu biaya sekitar 2.5 juta. Jika bantuan 3,2 Ton berarti memerlukan perahu 8 buah X 2.5 juta= 20 juta. Belum termasuk biaya transport Pontianak - Entikong, biaya ransum tim posko yang membawanya dan lainnya," ucap Yakobus.

Baca: Rantai Nilai Ekonomi Pontianak Bisa Berkembang Dengan UMKM Syariah

Baca: 83 Siswa Smasem Pontianak Mendapatkan Reward Pelopor Budi Pekerti

Baca: Program Reward Budi Pekerti Untuk Para Siswa di Smasem Pontianak

Posko Bencana MADN, DAD dan Pemuda Dayak Kalbar di rumah Betang Soetoyo akan di tutup sampai dengan tanggal (10/2).

Bantuan berikutnya akan di bawa ke korban bencana dari Pontianak ke Entikong pada tanggal (11/2).

Selanjutnya (12/2) bantuan di bawa dari Entikong ke Dusun Medeng, jika cuaca bagus di perkirakan tiba satu hari.

"Transportasi pulang tim akan menggunakan satu buah perahu dengan biaya sekitar 2 juta. Jika ngojek dari Entikong ke Dusun Medeng per orang Rp 500 ribu, jika PP ongkos 1 orang Rp 1 juta rupiah, dengan perjalanan selama 8-10 jam tergantung cuaca,"jelasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved