Perizinan Terintegrasi Melalui OSS, DPMPTSP Sintang Catat Sudah Lebih 2000 Pendaftar

Hal ini kaitannya dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 yang mengatur tentang perizinan terintegrasi

Perizinan Terintegrasi Melalui OSS, DPMPTSP Sintang Catat Sudah Lebih 2000 Pendaftar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wahidin
Kabid Penyelenggaraan Perizinan DPMPTSP Sintang, Warnida saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor DPMPTSP Sintang, Jalan Moh Saad, Kabupaten Sintang, Jumat (8/2/2019) siang. 

Perizinan Terintegrasi Melalui OSS, DPMPTSP Sintang Catat Sudah Lebih 2000 Pendaftar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kabid Penyelenggaraan Perizinan DPMPTSP Sintang, Warnida mengungkapkan bahwa sesuai dengan peraturan pemerintah, saat ini sistem perizinan sudah terintegrasi secara elektronik melalui Online Single Submission (OSS).

OSS adalah perizinan berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

"Hal ini kaitannya dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 yang mengatur tentang perizinan terintegrasi secara elektronik yang biasa disebut online single submission," ujar Warnida, Jumat (8/2/2019) siang.

Warnida menyampaikan bahwa implementasi daripada OSS ini dapat dilaksanakan atau diselenggarakan melalui tiga cara, yaitu secara mandiri, kemudian dengan pembantuan, dan melalui pendampingan DPMPTSP.

"Dikatakan mandiri, silakan pelaku dunia usaha untuk melegalkan ijinnya secara mandiri baik itu di rumah atau di mana saja dengan catatan dia mengetahui daripada akun OSS dan tersedia internet di rumahnya," katanya.

Baca: Kalbar 24 Jam - Sukiman Tersangka, Dua Siswi Terlindas Truk, Hingga Kebakaran Pabrik Tahu di Sintang

Baca: Kubu BPN Prabowo Sebut Jokowi dan PDI Perjuangan Tak Lagi Dominasi Jateng

Baca: KPU Sambas: Caleg di Sambas Tidak Ada Mantan Terpidana Korupsi

Kemudian jika dengan pembantuan, bagi pelaku dunia usaha yang sudah mengetahui cara mendaftar secara mandiri tetapi tidak ada sarana prasarana, maka DPMPTSP Sintang telah menyiapkan dan bisa digunakan.

"Kalau pendampingan, kita di DPMPTSP ada teman-teman di front office yang siap membantu pelaku dunia usaha yang awam. Karena implementasi OSS sesuai PP 24 ini memang seperti bayi yang baru lahir," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa sejak mulai dilaksanakan pada Agustus 2018 pelayanan OSS hingga sekarang, tercatat notifikasi perizinan berusaha di Sintang yang telah mendaftarkan diri melalui OSS sudah lebih dari 2000.

"Baik itu secara mandiri, pembantuan, dan pendampingan. Ini membuktikan bahwa pelaku dunia usaha juga tidak seperti yang kita dengar bahwa mereka gaptek. Buktinya pelayanan yang masuk OSS itu lebih dari 2000," katanya.

Meskipun demikian, Warnida mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendampingan. Masih banyak pelaku dunia usaha yang belum dapat mendaftarkan secara mandiri perizinannya melalui OSS.

"Karena kan kita secara geografis banyak yang tidak memiliki internet, seperti di daerah Kecamatan Serawai dan Ambalau. Tapi di sana juga tidak luput dari dunia usaha, makanya masih kita lakukan pendampingan," terangnya.

Namun dia mengatakan bahwa memang tidak kemudian semua perizinan melalui OSS, sebab yang hanya tercover di dalam lampiran PP 24 Tahun 2018, jika tidak berarti masih melalui izin daerah yang masih secara manual.

Baca: DERETAN Tokoh Nasional Asal Kalbar di Lingkaran Kasus Korupsi! Ada yang Sudah Meninggal Dunia

Baca: Link LIVE Streaming LIDA Indosiar Grup 8 Top 64, Saksikan Nanti Malam! Ayo Dukung Jagoan Kamu. . .

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved