Komnas HAM Sesalkan Pemerintahan Jokowi Beri Remisi Kepada Pelaku Pembunuhan Wartawan

Susrama terpidana pembunuh jurnalis diberi remisi ini perlu dikaji. Sebab yang dibunuh adalah jurnalis karena pemberitaan.

Komnas HAM Sesalkan Pemerintahan Jokowi Beri Remisi Kepada Pelaku Pembunuhan Wartawan
(CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)
Koalisi massa yang diikuti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ) menggelar aksi menolak pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019). 

Komnas HAM Sesalkan Pemerintahan Jokowi Beri Remisi Kepada Pelaku Pembunuhan Wartawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Amiruddin al Rahab, menyesalkan langkah pemerintah memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Ia mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM yang kini tengah mengkaji lagi pemberian remisi itu.

"Susrama terpidana pembunuh jurnalis diberi remisi ini perlu dikaji. Sebab yang dibunuh adalah jurnalis karena pemberitaan. Padahal profesi jurnalis ini penting, karena Jurnalis perwakilan suara publik," kata Amiruddin dalam diskusi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Amiruddin berharap, kajian yang dilakukan pemerintah berujung pada pencabutan remisi. Ia mendukung langkah Aliansi Jurnalis Indonesia dan sejumlah kelompok masyarakat yang terus menyuarakan tuntutan agar remisi perubahan hukuman terhadap Susrama dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara bisa dicabut.

"Dengan pemberian remisi terhadap narapidana pembunuh jurnalis tentu mengancam hal lebih besar, yaitu hak publik untuk atas informasi dan berita. Ini menjadi taruhan," kata dia.

Baca: Bantah Prabowo Soal Kebocoran Anggaran 25 Persen, Wapres: Tidak Benar

Kalau pun pada akhirnya pemerintah tetap mempertahankan pemberian remisi ini, ia meminta ada penjelasan yang lebih lengkap terkait alasan pemberian remisi.

"Seringnya pemberian remisi ini tertutup. Misalnya orang diberi remisi karena berkelakuan baik, nah record berkelakuan baiknya itu harus dijelaskan," kata dia. 

Susrama divonis terbukti menjadi dalang pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada 2009 silam.

Susrama kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup dan telah menjalani hukuman hampir 10 tahun. Namun, pemerintah memberikan remisi perubahan hukuman menjadi 20 tahun penjara.

Halaman
12
Tags
Komnas HAM
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved