Terpidana Alkes RSUD Sanggau Kerap Mengelabui Petugas Saat Akan Ditangkap

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau M Idris F Sihite menegaskan, bahwa terpidana kasus alat kesehatan RSUD Sanggau tahun anggaran 2014

Terpidana Alkes RSUD Sanggau Kerap Mengelabui Petugas Saat Akan Ditangkap
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau M Idris F Sihite 

Terpidana Alkes RSUD Sanggau Kerap Mengelabui Petugas Saat Akan Ditangkap

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau M Idris F Sihite menegaskan, bahwa terpidana kasus alat kesehatan RSUD Sanggau tahun anggaran 2014, Hari Liewarnata alias Apin, kerap mengelabui petugas, sehingga sempat mengalami kesulitan menangkap terpidana tersebut.

“Dia berkali-kali mengelabui Kasi Pidsus untuk dieksekusi. Banyak sekali alasannya, Mulai alasan kesehatan, karena putusan kasasi tidak memuat perintah penahanan, tidak mendapatkan salinan lengkap. tapi itulah alasan-alasan terpidana korupsi padahal tidak seperti itu, ” katanya, Kamis (7/2/2019).

Baca: Profil Kemiskinan Menurun, Ali Nasrun: Langkah Baik Untuk Tahun 2019

Baca: DBD Kembali Telan Korban Jiwa di Kubu Raya

Baca: KPU Mempawah Lantik PAW PPK dan PPS

Kajari menjelaskan, Jika putusan kasasi, tidak menghalangi eksekusi, meskipun terpidana mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Saat ditangkap, Apin tidak melakukan perlawanan.

“Mungkin perlawanan secara fisik dia tidak sangguplah. tapi dia berusaha melakukan sejumlah caralah tanpa saya sebut seperti apalah ya, karena tim yang turun sebelumnya memang sudah memahami sehingga relatif tidak ada perlawanan. dan kamipun sudah berkoordinasi dengan pihak apartemen sehingga tidak terlalu heboh, ” tegasnya.

Pada saat penangkapan, tim dari Kejaksaan Negeri Sanggau berjumlah tiga orang yaitu Kajari, Kasi Pidum dan satu orang anggota Pidsus serta delapan orang dari intelijen Kejaksaan Agung dan tim center.

Untuk penangkapan, dilakukan pada saat terpidana sedang sendirian di dalam kamar.

“Kita usahakan pada waktu penangkapan dia sendiri, karena beberapa orang juga di dalam tapi pada saat penangkapan tentu kita mencari momentum yang pas. Saya dari Senin kemarin sudah melakukan pemantauan. Kemana pergerakannya, naik mobil apa dan nelpon siapa pun sudah kita deteksi, ”tegasnya.

Terpidana, lanjut Kajari, sudah mengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,7 Milyar lebih. Atas keberhasilan penangkapan terpidana, Kejaksaan Negeri Sanggau tidak lagi memiliki tunggakan perkara tahun 2018.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved