Sengketa Konsumen, Pengadilan BPSK Hadirkan 2 Saksi Ahli dari‎ Akademisi

Majelis Hakim Pengadilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kubu Raya libatkan saksi ahli

Sengketa Konsumen, Pengadilan BPSK Hadirkan 2 Saksi Ahli dari‎ Akademisi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Majelis Hakim Andy Hasriady, hakim anggota Nurasid SH dari unsur konsumen dan Firman S.Ag‎ saat mengelar persidangan Arbitrase BPSK di Gedung Pemuda KNPI 

Sengketa Konsumen, Pengadilan BPSK Hadirkan 2 Saksi Ahli dari‎ Akademisi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Majelis Hakim Pengadilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kubu Raya libatkan saksi ahli yang diantaranya dari akademisi dan kelembagaan terkait sengketa antara Bernadus Doye selaku konsumen dengan Perusahaan Pembiayaan (Leasing) PT Mandiri Tunas Finance pada Kamis (6/2/2019) siang di gedung Pemuda KNPI Pontianak

Saksi ahli yang di libatkan dalam persidangan tersebut tersebut merupakan DR Setyo Utomo dosen Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak Pontianak dan Efendi SE, SH Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kalbar.

‎Persidangan Abitrase BPSK yang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Andy Hasriady dari unsur pemerintah, hakim anggota Nurasid SH dari unsur konsumen dan Firman S.Ag dari unsur usaha.

Baca: Prediksi Real Betis vs Valencia di Semifinal Copa del Rey, Head to Head & Link Live Streaming

Baca: Penyerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Pemerintah Daerah di Kalbar

Baca: Undang 400 Kiyai dan Habib ke Istana, Jokowi Jelaskan Program Pemerintahan untuk Para Ulama

Ditemui usai persidangan di gelar, Hakim Anggota Nursaid menuturkan hari ini sidang Arbitrase yang merupakan tahapan penyelesaian sengketa antara konsumen dengan perusahaan leasing.

"Tadi sudah masuk ke pembacaan tuntutan dari pemohon dan di lanjutkan mendengaran keterangan saksi ahli,"kata Nursaid pada Tribun Pontianak.

Dari pemohon yakni saudara Bernadus Doye dia menuntut ganti rugi materil dan inmateril sebedar Rp 2 Miliar, karena menurutnya dalam pemohonan itu dia merasa sebagai konsumen yang dirugikan, lantaran kendaraan ditarik oleh pihak leasing secara paksa dan tanpa prosedural.

"Padahal dia melakukan pembayaran angsuran sudah sebanyak 14 kali,"ujar Hakim Adhoc BPSK Kubu Raya ini.

Nursaid juga menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan tahap penyelesaian melalui sidang Arbitrase, namun untuk perimbangannya, maka dalam sidang ini di libatkanlah dan diminta keterangan dari para Saksi ahli.

"Saksi ahli yang kita libatkan yakni saksi Independent yakni dari unsur akademisi dan dari lembaga, namun kesimpulan dari dua saksi ahli tersebut mengatakan penarikan kendaraan harus sesuai mekanisme yang berlaku yakni mengacu pada UU Fidusia,"jelasnya.

"Ini masih dalam tahap proses penyelesaian melalui Sidang BPSK, maka proses ini masih terus berlanjut, kedepan akan di lanjutkan persidangan dengan agenda mendengar keterangan dari pemohon dari konsumen dan termohon yakni perusahaan leasing tersebut,"katanya.

Di ketahui Bernadus Doye warga Ngabang Kab Landak mengajukan proses penyelesaian sengketa antara ia selaku konsumen dengan pihak perusahaan leasing PT Mandiri Tunas Finance terkait penarikan mobil Mitsubishi Strada Triton 2,5 L SC GLX bernopol KB 8354 LA yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2018 sekitar pukul 16.00 WIB

Kasus penarikan paksa mobil ini sempat di laporkan Bernadus Doye ke aparat kepolisian yakni Polresta Pontianak ‎pada 10 Februari 2018.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved