Masih Ada 488 Warga Buta Huruf, Ini Penjelasan Kadisdik Kayong Utara

Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Romi Wijaya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi mengapa sampai saat ini masih ada warga buta huruf

Masih Ada 488 Warga Buta Huruf, Ini Penjelasan Kadisdik Kayong Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Romi Wijaya 

Masih Ada 488 Warga Buta Huruf, Ini Penjelasan Kadisdik Kayong Utara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Romi Wijaya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi mengapa sampai saat ini masih ada warga buta huruf.

Dari laporan yang ia terima, ia menyebutkan ada banyak dinamika yang terjadi di lapangan.

"Misalnya orang ini kan rata-rata punya kesibukan cari makan, gimanalah disuruh belajar. Kalau belajar tak makan ni, misalnya gitu. Itu juga tantangan tersendiri," kata Romi di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Sukadana, Kamis (7/2/2019).

Kata Romi, karena warga buta huruf juga ada yang sudah berusia lanjut, kehilangan motivasi belajar dari warga bersangkutan juga menjadi kendala lain.

Baca: Sengketa Konsumen, Pengadilan BPSK Hadirkan 2 Saksi Ahli dari‎ Akademisi

Baca: Prediksi Real Betis vs Valencia di Semifinal Copa del Rey, Head to Head & Link Live Streaming

Baca: Penyerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Pemerintah Daerah di Kalbar

"Ndak ada manfaatnya lagi katanya. Bagus kami belajar agama, biar dekat dengan Tuhan," kata Romi mencontohkan.

Kendati demikian, Romi menjelaskan, yang lebih paham soal apa saja kendala yang terjadi di lapangan adalah tutor (pengajar di program belajar khusus warga buta huruf).

"Karena saya hanya terima laporan," papar Romi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Dinas Pendidikan, masih ada sebanyak 488 warga buta huruf di Kabupaten Kayong Utara.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved