Pengamat Sebut, Midji Kurangi Hak Prerogatif Sebagai Gubernur Karena Tak Tunjuk Langsung Pejabat

Erdi Abidin mengatakan kita harus menarik benang merahnya dulu, penempatan seseorang diposisi jabatan

Pengamat Sebut, Midji Kurangi Hak Prerogatif Sebagai Gubernur Karena Tak Tunjuk Langsung Pejabat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Kebijakan Publik Untan, DR Erdi Abidin MSi. 

Erdi Abidin Sebut, Midji Kurangi Hak Prerogatif Sebagai Gubernur Karena Tak Tunjuk Langsung Pejabat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Kebijakan Pemerintah Untan Erdi Abidin mengatakan kita harus menarik benang merahnya dulu, penempatan seseorang diposisi jabatan dilingkungan pemerintahan itu sebetulnya hak preogatif dari Gubenur kalau dalam kontek pemerintahan Provinsi Kalbar.

Pada dasarnya hak gubernur menentukan siapa-siapa yang akan mengisi jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menurut ketentuan dan Undang-undang yang berlaku.

Kemudian kalau dilakukan open bidding maka saya melihat, gubernur tidak menggunakan hak preogatifnya tersebut l, dengan menunjuk langsung, tapi dia mencari melalui mekanisme yang disebut open bidding.

Baca: KPU Ketapang Gelar Media Gathering, Ini Yang Dibicarakan

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Akan Bayar Klaim Kematian Korban Meninggal Tenggelam di Semitau

Baca: Simak Cerita Rakyat Tentang Semirah Putih, Air Terjun 7 Tingkat di Sekadau

Itu sebuah langkah maju menurut saya, artinya kalau gubernur mau angkat langsung dia tinggal pilih dan tunjuk siapa yang mempunyai loyalitasnya.

Selain dari kemampuan ASN maka sisi lainnya yang perlu dipertimbangan yaitu dedikasi, loyalitas dan seterusnya. Ketika dilakukan open bidding maka memang sedikit sulit menetapkan siapa yang mempunyyai loyalitas tinggi, oleh karena itu, gubernur harus benar-benar paham melihat karakter calon pejabatnya.

Tentu dalam mekanisme open bidding, akan disaring nama-nama yang mempunyai kualifikasi tinggi dan dipilih beberapa orang, misalnya tiga besar oleh panitia open bidding.

Tinggal gubernur yang memilih orang mempunyai komitmen tinggi, loyalitas dan memiliki cara kerja yang sesuai dengan kemauan gubernur karena mereka adalah team work.

Ketika open bidding, saya berharap dan memang khawatir indra keenam dari gubernur akan sulit menemukan orang mempunyai loyalitas tinggi, syukur-syukur gubernur bisa memilih orang yang mempunyai loyalitas dan komitmen tinggi terhadap pekerjaannya dan kepala daerah sendiri.

Dilakukannya open biding ini artinya, hak gubernur yang dicoba dikurangi Sutarmidji dan dia memilih untuk seleksi terbuka tanpa menggunakan hak preogatifnya.

Baca: Simak Cerita Rakyat Tentang Semirah Putih, Air Terjun 7 Tingkat di Sekadau

Baca: Edi Kamtono Izinkan Pejabat Pemkot Pontianak Ikuti Open Bidding Jabatan di Pemprov Kalbar

Baca: Penerapan SAKIP dengan e-budgeting Bikin Hemat Anggaran Capai Rp 65,1 Triliun

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved