Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 Permudah Desa di Sintang Sesuaikan Regulasi Baru

Pelaksanaan Workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa

Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 Permudah Desa di Sintang Sesuaikan Regulasi Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Pelaksanaan Workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Versi 2.0 dilaksanakan di Gedung Pancasila, Kabupaten Sintang, Kamis (7/2/2019) pagi. 

Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 Permudah Desa di Sintang Sesuaikan Regulasi Baru

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pelaksanaan Workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Versi 2.0 dilaksanakan di Gedung Pancasila, Kabupaten Sintang, Kamis (7/2/2019) pagi.

Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah III BPKP RI, Iskandar Novianto menyampaikan bahwa penggunaan versi baru pada aplikasi sistem keuangan desa sesuai dengan perubahan peraturan.

"Memang sebelumnya kita menggunakan Siskeudes Versi 1.0 sesuai dengan Permendagri 113 Tahun 2014. Implementasinya di Sintang sangat baik, karena saya dengar laporan untuk tahun 2018 itu sudah 100 persen," katanya.

Baca: SMPN 2 Siantan Taklukkan Tim SMP Muhammdiyah 5-0, Ini Pencetak Golnya

Baca: Lima Calon Hakim MK Belum Laporkan LHKPN, DPR Diminta Tak Loloskan

Baca: Prediksi BMKG Kayong Utara Cerah Berawan, Ketapang Hujan Petir

Namun dengan adanya Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, penggunaan Aplikasi Siskeudes Versi 1.0 tidak lagi sesuai sehingga harus menggunakan Siskeudes Versi 2.0 untuk menyesuaikan dengan perubahan regulasi.

"Jadi dengan Permendagri 20 ini, banyak hal-hal yang harus kita sesuaikan. Misalnya ada disitu kewajiban menyusun anggaran kas desa lalu ada peraturan kepala desa tentang APBDes, itu dulu tidak ada, sekarang ada," jelasnya.

Iskandar memastikan bahwa Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 tujuannya memang memudahkan desa sehingga ketika desa harus mengikuti perubahan regulasi, desa dengan mudah mengikuti perubahan tersebut dengan aplikasi ini.

"Jadi di awal itu yang penting dia bisa menginput data, lalu nanti otomatis hasil laporan itu sesuai dengan apa yang diminta oleh Permendagri 20. Agar desa tidak direpotkan dengan administrasi tulis-menulis dan pengklasifikasian," katanya.

Lanjutnya bahwa mulai 11 Februari 2019, seluruh desa di Indonesia akan memulai bimbingan teknis dalam penggunaan Siskeudes Versi 2.0. Dia pun optimis di Kalimantan Barat dan Sintang khususnya nanti bisa semua menggunakan.

"Apalagi aplikasi ini juga sudah mengakomodir berbagai model desa, bahkan desa yang tidak ada internet. Jadi dia bisa ekspor-impor pakai flashdisk yang penting ada laptop, nanti input output data pakai flashdisk saja," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved