Apresiasi Satgas Pendidikan Kodam XII/Tanjungpura, Midji Sebut Bisa Jadi Model

Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji menilai pembentukan satuan tugas (satgas) pendidikan oleh Kodam XII/Tanjungpura

Apresiasi Satgas Pendidikan Kodam XII/Tanjungpura, Midji Sebut Bisa Jadi Model
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pangdam XII Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi saat sematkan tanda peserta Prajurit TNI AD yang ikut pembekalan tenaga pengajar di Makodam XII Tpr 

Apresiasi Satgas Pendidikan Kodam XII/Tanjungpura, Midji Sebut Bisa Jadi Model 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji menilai pembentukan satuan tugas (satgas) pendidikan oleh Kodam XII/Tanjungpura sebagai upaya bantu Pemerintah Daerah atasi problem defisit tenaga pengajar khususnya di wilayah perbatasan.

“Saya memberikan apresiasi dan mendukung penuh. Ini menjadi solusi sangat baik untuk mengatasi kekurangan guru di daerah perbatasan,” ungkapnya saat hadiri pembekalan tenaga pengajar di wilayah perbatasan Kodam XII/Tanjungpura di Aula Makodam, Rabu (6/2/2019).

Bahkan program ini, kata Midji, bisa jadi model untuk menangani pendidikan wilayah perbatasan. Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu mengimbau seluruh kepala daerah 14 kabupaten/kota di Kalbar agar tidak mudah melepas guru-guru perbatasan yang ingin pindah atau mutasi ke luar daerah Kalbar.

Baca: Bandara Rahadi Oesman Ketapang Bocorkan Maskapai Baru Pengganti Garuda

Baca: Lakukan Konsolidasi Kades Tepis Penyalah Gunaan Dana Fisik Desa

Baca: Ini Penjelasan DPM Pemdes Soal Pilkades di Desa Sungai Mayam

“Guru daerah perbatasan sangat minim. Guru-guru garis depan yang baru tiga tahun bertugas lalu mau pindah ke luar Kalbar, saya pastikan tidak akan kabulkan apapun alasannya,” terangnya.

Ia tidak mau masyarakat perbatasan khususnya anak-anak jadi korban tidak mendapat hak-hak pendidikan lantaran guru-guru garis depan ingin pindah ke luar daerah kalbar. 

"Saya minta kepala daerah jangan mudah mengabulkan permintaan guru yang pindah ke luar daerah kalbar. Saya tak mau ACC (setuju_red). Saya tolak," timpalnya.

Ke depan, Pemprov Kalbar akan mengembangkan konsep program pendidikan jarak jauh. Hal ini sebagai upaya atasi akses pendidikan di wilayah perbatasan.

“Kalau jaringan internetnya kuat dan komunikasinya memadai. Itu akan saya jalankan programnya,” tandasnya.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi menegaskan pembentukan Satgas Pendidikan merupakan sinergi tugas pokok TNI yakni membantu pemerintah.

Baca: Ini Penjelasan DPM Pemdes Soal Pilkades di Desa Sungai Mayam

Baca: Tunggakan Iuran Peserta Mandiri Capai RP 9,3 M, Ramlana: BPJS Harus Jemput Bola

Baca: VIDEO: Data Profil Kemiskinan BPS Provinsi Kalbar September 2018 Menurun Sebesar 17,35 Ribu

Pihaknya menyadari kebutuhan tenaga pengajar di Kalbar masih tinggi lantaran defisit.

"Kebutuhan tenaga pengajar di Kalbar sebanyak 1.501 guru. Saat ini baru ada 961 orang. Masih ada kekurangan 538 orang. Ini latar belakang kami membantu pemerintah melalui satgas pendidikan,” ujarnya.

Nantinya, pengiriman tenaga pengajar sumber TNI akan dilakukan secara bertahap. Pada gelombang pertama, Kodam XII/Tanjungpura akan mengirim sebanyak 100 prajurit ke wilayah perbatasan. Lama bertugas disesuaikan dengan kesiapan pemerintah daerah.

“Keberadaan satgas pendidikan ini akan saya laporkan ke komando atas agar dijadikan model bahwa pendidikan perlu ada operasi juga. Khusus daerah terpencil dan perbatasan, penanganannya tentu berbeda dengan daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved