Tekanan Inflasi Mereda, BI: Waspadai Harga Beberapa Komoditas Masih Tinggi

Meskipun tekanan harga secara umum menurun, namun harga beberapa komoditas bahan makanan terpantau masih cukup tinggi.

Tekanan Inflasi Mereda, BI: Waspadai Harga Beberapa Komoditas Masih Tinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Toko Bahan Pokok di Pasar Tradisional Sebukit Rama, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Minggu (22/07/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada awal 2019, tekanan harga di Provinsi Kalimantan Barat relatif menurun. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Barat Januari 2019 tercatat sebesar 0,66% (month to month/mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono, menjelaskan secara tahunan inflasi IHK Kalimantan Barat tercatat sebesar 4,05% (year on year/yoy). Ini Iebih rendah dibandingkan dengan Desember 2018 sebesar 3,85% (yoy).

Baca: Simpan High Heels di Freezer Membuatnya Lebih Nyaman Dipakai

Baca: BPBD Kubu Raya Akan Terus Tingkatkan Upaya Pencegahan Karhutla

Meskipun tekanan harga secara umum menurun, namun harga beberapa komoditas bahan makanan terpantau masih cukup tinggi.

“Sotong, daging ayam ras dan telur ayam ras menjadi pendorong inflasi pada Januari 2019 di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Inflasi IHK di Kalimantan Barat berada dalam remang sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 +-1% (yoy).

“Kenaikan harga sotong disebabkan oleh cuaca ekstrem di lautan yang mempengaruhi pasokan. Adapun kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras Iebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang perayaan Imlek,” ungkapnya.

Di sisi lain, penurunan harga BBM non subsidi pada awal tahun serta turunnya harga sawi hijau dan bayam menjadi penahan Iaju inflasi Iebih lanjut.
Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh pada Februari, tekanan harga diperkirakan masih terjadi namun pada tingkat yang lebih terkendali.

Terdapat beberapa resiko inflasi yang perlu diperhatikan yantu masih relatif ekstremnya kondisi cuaca serta terjadinya bencana alam di sentra produksi bahan makanan yang dapat berpengaruh terhadap pasokan bahan makanan.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat koordinasi kebijakan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Pitono, menjelaskan pada Januari, inflasi Kota Pontianak sebesar 0,55%

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada empat kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks meliputi kelompok bahan makanan 2%, kelompok sandang 0,45%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,42%.

Sedangkan tiga kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01%, pendidikan rekreasi dan olah raga -0,01% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,09%.

Hal itu terjadi karena menjelang parayaan Imleks dan cap Go Meh 2570, sehingga agar kedepannya tidak terjadi kenaikan inflasi harus dapat dikendalikan.

“Kalau tim Satgas Pangan itu bisa mengendalikan menjadi kenaikan tidak terlalu signifikan maka inflasinya juga dapat terkendali, tetapi kalau harga pangan tadi tidak terkendali itu sangat berpengaruh terhadap besarnya tingka inflasi, pesawat udara memang bukan pemerintah yang mengendalikan harga pasar, tetapi paling tidak ada himbauan supaya kenaikannnya tidak terlalu tinggi maka inflasi bisa terkendali,” katanya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved