Tak Ingin Kalbar Jadi Anak Tiri, Katherina: Kalbar Harus Menjadi Prioritas Masuk Kabinet

Anggota DPR RI Asal Kalbar, Katherine Angela Oendoen mendorong agar putra Kalbar masuk dalam kabinet pemerintahan hasil Pilpres 2019.

Tak Ingin Kalbar Jadi Anak Tiri, Katherina: Kalbar Harus Menjadi Prioritas Masuk Kabinet
TRIBUN/HDI
Anggota Komisi VII DPR RI asal Dapil Kalbar, Katherina Angel Oendon 

Tak Ingin Kalbar Jadi Anak Tiri, Katherina: Kalbar Harus Menjadi Prioritas Masuk Kabinet

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI Asal Kalbar, Katherine Angela Oendoen mendorong agar putra Kalbar masuk dalam kabinet pemerintahan hasil Pilpres 2019.

"Menurut saya Kalbar itu seharusnya sudah ada Menteri, karena bagaimanapun kita merindukan pemerintah pusat memilih satu diantara putra terbaik dari kita Kalbar untuk dijadikan mentri, saya sangat mensupport, karena kita lihat selama pemeritahan, bukan hanya lima tahun ini, namun selama 74 tahun merdeka putra Kalbar baru satu kali jadi Wapres," terangnya, Selasa (05/02/2019).

Sebagai elit parpol, lanjutnya, ia pun menerangkan akan memperjuangkan hal ini jik parpolnya menang di Pemilu.

Baca: Akan Gelar Kompetisi Antar Klub, Exco PSSI Sambas Beberkan Persyaratannya

Baca: Penyelidik KPK Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Baca: Didolakan Banyak Orang, Shes Bro: Rising Star Ajang Pembelajaran

"Untuk saya mensupport daerah kita agar ada yang menjadi Mentri tentu ada alasan-alasan tertentu yang harus saya ajukan kepada Pak Prabowo, saya sebagai Wakil dari Kalbar, jika Gerindra menang saya akan berjuang untuk memberikan yang terbaik agar putra terbaik dari Kalbar bisa masuk ke jajaran kabinet pemerintahan," tuturnya.

Katherina pun mengatakan, putra daerah Kalbar khususnya dan Kalimantan Umumnya dapat menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"Karena memang kita tertinggal, dari sekian pulau, mungkin kita hampir sama dengan Papua," katanya.

Padahal, lanjutnya, Kalbar kaya akan potensi alam serta terbaru ialah pengembangan industri seperti tambang. Hal ini, tentunya, kata dia, menjadi hal yang baik untuk Kalbar kedepan.

"Kita harapkan agar pemerintah ikut berpaling melihat potensi Kalbar dan seluruh Kalimantan, tidak mesti dari Jawa, sekarang Papua sudah ada, Kalbar juga harus," tuturnya.

Kalbar saja, terangnya, pintu perbatasan ada lima, rawan dalam arti kata masyarakat yang hidup diperbatasan lebih memilih ke negara tetangga, sebaliknya juga negara tetangga tentu ingin memperluas wilayahnya.

"Wakil rakyat yang ada dari Kalbar serta DPD, semuanya mesti bersuara agar Kalbar tidak hanya menjadi anak tiri atau penonton, Kalbar harus menjadi prioritaskan oleh pemerintahan yang terpilih menjadi bagian kabinet," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved