Longsor Bengkayang

Kondisi Terkini Sungkung, Kasi Pencegahan Ungkap Masyarakat Butuhkan Bantuan Finansial

BPBD Provinsi Kalimantan Barat melalui Kasi Pencegahan Edi Susanto mengungkapkan bahwa kondisi terkini di wilayah Desa Singkung 2

Kondisi Terkini Sungkung, Kasi Pencegahan Ungkap Masyarakat Butuhkan Bantuan Finansial
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Lokasi Desa Singkung 2 Pasca longsor. 

Kondisi Terkini Singkung, Kasi Pencegahan Ungkap Masyarakat Butuhkan Bantuan Finansial

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - BPBD Provinsi Kalimantan Barat melalui Kasi Pencegahan Edi Susanto mengungkapkan bahwa kondisi terkini di wilayah Desa Sungkung 2, Kabupaten Bengkayang sudah berangsur Kondusif.

Edi yang baru saja tiba ke Pontianak mengatakan bahwa pihak BPBD, TNI Kepolisian, Pemerintah dan masyarakat telah bahu membahu untuk memberikan bantuan kepada korban longsor di Kabupaten Bengkayang.

"Kemarin kami ke lokasi, disana hadir juga bupati Bengkayang ,TNI, Polri, BPBD Bengkayang, dan Masyarakat. Saat tiba malam nya kami rapat terkait penanganan lebih lanjut bencana longsor di medeng,"tuturnya saat di hubungi Tribun. Selasa (05/02/2019).

Baca: Temuan Terbaru, KPU Identifikasi Ada Tiga Caleg Eks Koruptor

Baca: IKMAS Rangkul Warga Sambas di Yogyakarta Urus Pindah Memilih

Baca: Pengamat Nilai Pilpres Moment Konsolidasi Kepentingan Kalbar Dapat Menteri

"Penangan awal berjalan dengan baik, jalan yang putus lagi diperbaiki dengan alat berat sama BPBD Bengkayang menggunakan eksafator, puing-puing rumah yang hancur sudah dirapikan oleh masyarakat TN, Polri, dan BPBD , lalu untuk bantuan logistik lagi dihimpun, untuk jumlahnya cukup,"imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, yang lebih di butuhkan adalah bantuan secara finansial.

Karena untuk bantuan logistik, ongkos angkut hingga kedesa Singkung 2 sangat mahal dan jauh.

Dari kota Pontianak, di butuhkan waktu sekitar 24 Jam untuk bisa sampai ke lokasi.

"yang diperlukan sekarang bantuan Finansial, untuk relokasi rumah mereka yang rusak, medan berat, bantuan logistik untuk ngangkutnya bisa lebih mahal dari harga barangnya sendiri,"ujar Edi.

Edi mengungkapkan bahwa satu perahu pengangkut logistik hingga ke lokasi bisa sampai 2 juta rupiah, sedangkan untuk ojek, 500 ribu permotor.

Baca: Pengamat Nilai Pilpres Moment Konsolidasi Kepentingan Kalbar Dapat Menteri

Baca: Ini Tanggapan Pebiliar Putri Kalbar Silviana Terkait Pengajuan Pindahnya

Baca: Akan Gelar Kompetisi Antar Klub, Exco PSSI Sambas Beberkan Persyaratannya

"Sebagai gambaran saja untuk angkutan logistik hanya bisa dibawa dari entikong ke wilayah Desa suluh tembawang dengan roda empat, sampai disana harus di bawa dengan motor air, dengan ongkos 2 juta per perahu, baik bawa orang maupun barang sama saja," katanya.

Harga itu sudah saat bencana (harga kawan kata mereka untuk kegiatan sosial), belum ditambah lagi perahunya ndak stand bay, terlebih harus ada penghubung antara kita dengan mereka supaya turun ketempat ke suluh tembawang, kalau ndak gitu, dipastikan bakal nyangkut disuluh tembawang,"paparnya.

Edi pun menyampaikan bila masyarakat Kalimantan Barat hendak menyisihkan rejekinya untuk warga Singkung, dapat langsung saja mengirimkan donasinya ke nomor rekening atas nama Agus Heri Kustanto, dengan nomor rekening Bank BRI 0567 0101 5256 509.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved