Klaim Polis Asuransi Tak Cair, Bumiputera: Kondisi Keuangan Perusahaan Tersendat Bikin Sulit

Hanya saja belum ada kejelasan, dan pengajuan klaim tersebut diakui sudah sejak September 2018. Namun hingga akhir Januari 2019 belum jelas

Klaim Polis Asuransi Tak Cair, Bumiputera: Kondisi Keuangan Perusahaan Tersendat Bikin Sulit
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Asuransi Bumiputera

TRIBUNPONTIANAK.CO.OD, PONTIANAK - Satu di antara Nasabah Asuransi Bumiputera Pontianak, Very Yudo Butar-Butar mengaku sudah berbulan-bulan menunggu pencairan klaim dari perusahaan asuransi Bumiputera yang sudah selesai masa kontraknya.

Dia berharap klaim asuransinya segera cair. Hanya saja belum ada kejelasan, dan pengajuan klaim tersebut diakui sudah sejak September 2018. Namun hingga akhir Januari 2019 belum juga mendapatkan kepastian.

Baca: Tekanan Inflasi Mereda, BI: Waspadai Harga Beberapa Komoditas Masih Tinggi

Baca: Ini Pembagian Kewenangan Program Desa Mandiri Sesuai Pergub

"Sampai sekarang disuruh menunggu saja terus. Belum ada kejelasan dari pihak asuransi dan saya juga sudah bikin surat permohonan ke pusat dan itupun belum ada jawaban resmi dari Bumiputera," ujarnya pada Tribun, Senin (4/2).

Very menceritakan sudah menunggu hingga sembilan bulan. Sementara itu, ia sudah menyelesaikan kewajibannya terkait pembayaran premi.

"Saya punya itu ada dua jenis produk dan sudah jatuh tempo, jadi saya sudah habis masa bayarnya dan sekarang ingin diklaim. Itupun masih ada sekitar 289 nasabah yang belum dibayarkan juga oleh mereka," tutur Very.

Very mengatakan, karena tidak adanya jawaban pasti dari cabang di Pontianak ia pun meminta surat pengantar untuk ke Bumiputera yang ada di pusat untuk bisa melakukan pengklaiman.

"Daripada saya nyuruh-nyuruh orang lebih baik saya saja kesana langsung. Sekalian saya mau tanyakan ada asuransi beasiswa untuk anak saya yang sudah tinggal dua tahun lagi ,jatuh tempo dan saya khawatir nanti juga tidak terbayarkan," ungkapnya.

Tribun Pontianak mencoba melakukan konfirmasi ke AJB Bumiputera 1912 Cabang Pontianak, Senin (4/2).

Branch Manager AJB Bumiputera 1912, Novie Riyanto mengatakan sudah banyak pengklaiman yang diajukan nasabah polis, dan memang sampai saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kantor Pusat di Jakarta.

"Benar, sekitar 200 orang lebih nasabah sudah habis kontrak dengan penebusan, dan saat ini dalam proses pengklaiman. Tapi masalah pencairan memang bukan kewenangan kami disini, karena menyangkut pencairan itu langsung dikirim dari pusat departemen keuangan. Kita hanya mengolah data-data nasabah yang masuk dan mengklarifikasi identitas untuk dikirim ke pusat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved