Fakta TVOne

LIVE tvOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Saksikan FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mencatat ada 12 masjid di Kota Bekasi yang telah menerima peredaran Tabloid Indonesia Barokah.

LIVE tvOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Saksikan FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB
Screenshot twitter@tvOneNews/KOLASE:TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Live TVOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Dibahas di FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB 

Munculnya tabloid ini dinilai akan menaikkan jumlah pemilih golongan putih (golput).

Sebab, yang diinginkan pemilih swing voters adalah propaganda kampanye yang kreatif di media sosial.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute Karyono Wibowo menambahkan, tabloid Indonesia Barokah memiliki konten yang lebih mengarah kampanye negatif, bukan kampanye hitam.

"Kampanye negatif karena tabloid ini menyampaikan sisi negatif salah satu kandidat pilpres, namun dengan fakta," kata Karyono.

Sebelumnya, Dewan Pers telah menyimpulkan bahwa tabloid Indonesia Barokah bukan merupakan produk jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh Indonesia Barokah dipersilakan menggunakan UU lain di luar UU 40/1999 tentang Pers, karena dilihat dari sisi adminitrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan pers,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam keterangan tertulisny, Selasa (29/1/2019) malam.

Kajian Dewan Pers juga menyatakan bahwa tulisan dan konten dalam rubrik laporan utama dan liputan khusus hanya memuat beberapa pernyataan dari narasumber yang telah dimuat oleh media siber lain.

Yosep Adi Prasetyo, yang biasa disapa Stanley, mengatakan, tulisan yang terdapat pada tabloid Indonesia Barokah memuat opini yang mendiskreditkan salah satu calon presiden tanpa melakukan verifikasi, klarifikasi ataupun konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.

Ia menyebutkan, konfirmasi merupakan kewajiban media sebagaimana termaktub dalam kode etik jurnalistik. (*)

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved