Fakta TVOne

LIVE tvOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Saksikan FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mencatat ada 12 masjid di Kota Bekasi yang telah menerima peredaran Tabloid Indonesia Barokah.

LIVE tvOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Saksikan FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB
Screenshot twitter@tvOneNews/KOLASE:TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Live TVOne - 'Siapa di Balik Tabloid Indonesia Barokah?' Dibahas di FAKTA Live TVOne Jam 20.00 WIB 

Bawaslu Kota Bekasi sampai saat ini belum melakukan tindakan penarikan tabloid Indonesia Barokah yang sudah diterima sejumlah masjid. Pihaknya sampai saat ini sebatas mendata.

"Kita sejauh ini baru sebatas mendata saja, tidak melakukan penarikan atau penyitaan 36 eksemplar tabloid yang sudah di terima di masjid-masjid, hasil dari temuan ini kita laporkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat," ucap Ali.

Sementara itu, terkait alamat kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah yang tetera di Jalan Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi merupakan alamat bodong.

Ali Mahyail mengatakan, pihaknya juga telah melakukan peneluruan dan investigasi perihal laporan adanya temua tabloid yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon presiden.

"Kita sudah investigasi, dan kita sudah bertemu dengan pak RT setempat bahwa tidak ada altivitas kantor yang di maksud di wilayahnya, bahkan kita sebutkan satu per satu nama-nama yang ada di redaksi tabloid itu juga pak RT setempat tidak mengenal," kata Ali.

Dua Anomali

Dikutip dari Kompas.com, Direktur New Media Watch, Agus Sudibyo mengungkapkan, terdapat dua anomali dari munculnya tabloid Indonesia Barokah, yaitu propaganda politik melalui media cetak dan upaya menggoyang pemilih loyal.

"Ada dua anomali munculnya tabloid Indonesia Barokah. Ketika kita saat ini berbicara tentang propaganda di media sosial, tapi tabloid ini justru lewat media cetak yang disebarkan di masjid-masjid," kata Agus dalam diskusi bertajuk " Tabloid Indonesia Barokah: Karya Jurnalistik atau Kumpulan Opini?" di Hotel Peninsula, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Alih-alih mempropagandakan politik yang bertujuan meraih suara di pemilih mengambang (swing voters), lanjutnya, tabloid Indonesia Barokah justru menyasar ke pemilih religius yang sebagian besar sudah loyal terhadap capres-cawapresnya.

"Kenapa kampanyenya justru masuk ke pemilih loyal. Saya menduga ini merupakan upaya untuk mengecoh agar kita fokus terhadap pemilih loyal, bukan swing voters," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved