262 Pelaku Industri: 19 Pasal RUU Permusikan Ancam Proses Berkarya Musik

Kalau musisinya ingin sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Perlindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu; jadi

262 Pelaku Industri: 19 Pasal RUU Permusikan Ancam Proses Berkarya Musik
(Instagram/Endah N Rhesa)
Poster penolakan para artis musik terhadap RUU Permusikan. 

262 Pelaku Industri: 19 Pasal RUU Permusikan Ancam Proses Berkarya Musik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Draf RUU (Rancangan Undang-undang) Permusikan menjadi sorotan, terutama oleh para pemusik yang menganggap banyak dari isinya yang menghambat perkembangan musik Tanah Air.

Menyikapi draf itu, 262 pelaku industri musik Indonesia sepakat membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

"Kalau musisinya ingin sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Perlindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu; jadi untuk apa lagi RUU Permusikan ini," kata penyanyi Danilla Riyadi dalam keterangan tertulis yang diperoleh Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Menurut mereka, dari 54 pasal setidaknya ada 19 pasal yang bisa menghambat proses berkarya para pemusik, yakni pasal-pasal 4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 21, 31, 32, 33, 42, 49, 50, dan 51.

Contohnya, Pasal 5 melarang pemusik mencipta lagu yang mendorong khalayak melakukan kekerasan serta melawan hukum, membuat konten pornografi, memprovokasi pertentangan antarkelompok, menodai agama, membawa pengaruh negatif budaya asing, dan merendahkan harkat serta martabat manusia.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga, Pelaku NN Sakit Hati Istrinya Dituduh Punya Ilmu Santet

Baca: Ini Pengakuan Mantan Model Steffy Burase Saat Ditanya Gubernur Nonaktif Aceh

Contoh lainnya, Pasal 50 mengatur hukuman pidana bagi pemusik yang melanggar aturan pada Pasal 5, meski belum ada keterangan berapa lama hukuman penjaranya atau berapa banyak dendanya

"Pasal karet seperti ini membukakan ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai," kata Cholil Mahmud, vokalis band Efek Rumah Kaca.

Selain itu, sorotan juga diarahkan ke, sebut saja, Pasal 10, yang mengatur distribusi karya musik, dan Pasal 32, yang mengatur uji kompetensi terhadap para pemusik.

Pasal 32 mereka anggap membatasi jalur pemusik dalam berkarier, karena pengakuan profesi sebagai pemusik harus melalui uji kompetensi.

Sementara itu, bagi penyanyi Rara Sekar Larasati, sebagian pasal yang terdapat dalam draf RUU Permusikan masih mengambang dan kurang melindungi kebebasan berekspresi melalui musik.

Baca: Kerjasama dengan DPK GMNI UPB Pontianak Warkop Solidaritas Gelar Talkshow ke-4, Ini Tema Diskusinya

Baca: Balon Gas Meledak, Saksi Mata Lihat Api Menyembur dan Orang Terpental

"Mulai dari ketidakjelasan redaksional atau bunyi pasal, ketidakjelasan 'siapa' dan 'apa' yang diatur, hingga persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik," kata mantan personel Banda Neira, Rara Sekar.

Sebanyak 262 pelaku industri musik Indonesia dari berbagai lapipasn masyarakat bergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Mereka, antara lain, Rara Sekar, Danilla Riyadi, Cholil Mahmud, Bisma Kharisma, Charita Utami, Arian, Bam Mastro, dan Teddy Adhitya. (*)

Artikel ini telah terbit di kompas.com dengan judul Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan: 19 Pasal Bisa Menghambat Proses Berkarya

Tags
Musik
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved