Tak Ada Anggaran, Program Belajar Warga Buta Huruf Kayong Utara Dihentikan
Kita validkan data dulu. Jadi, bukan apa, kalau kami ini di Dinas pendidikan, ndak mungkinlah kami data, bukan tugas kami
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
Tak Ada Anggaran, Program Belajar Warga Buta Huruf Kayong Utara Dihentikan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Program belajar khusus warga buta huruf di Kabupaten Kayong Utara dihentikan sampai 2018.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kayong Utara, Syarifah Masna mengatakan, program yang berlangsung setiap Juli-Desember itu terpaksa dihentikan karena tak ada anggaran.
"2019 ini ndak ada lagi dah. Bukan ndak ada, yang udah jelas itu anggarannya ndak ada. Kita pun tahu kan sekarang kan istilahnya berkurang anggaran-anggaran," kata Masna di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Sukadana, Jumat (1/2/2019).
Baca: Penyuluhan ke Warga Binaan Desa Belitang Satu, Ini Pesan Yang Disampaikan Brigadir Enggry
Baca: Lokasi Strategis, Hotel Grand Narita Sanggau Tepat di Tengah Kota
Akan tetapi, kata Masna, apabila kedepan masih banyak ditemukan warga buta huruf, kemungkinan program dilanjutkan kembali.
Menurut Masna, sebenarnya hal yang paling penting untuk menyelesaikan permasalahan tuna aksara ini, ialah dengan memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan, Pemerintah Desa, dan Disdukcapil.
Data warga buta huruf dari Pemerintah Desa atau Disdukcapil sangat diperlukan agar Dinas Pendidikan lebih mudah merancang program pengentasannya.
"Kita validkan data dulu. Jadi, bukan apa, kalau kami ini di Dinas pendidikan, ndak mungkinlah kami data, bukan tugas kami. Ini kan datanya desa atau Capil," ujar Masna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/buta-aksara_20160118_192144.jpg)