VIDEO - Satpol PP Terlibat Adu Mulut dengan Warga Saat Tertibkan Batas Sempadan Jalan

Saat dimintai identitas oleh petugas, seorang perempuan yang diduga adalah pemilik toko tersebut bersikeras tidak mau memberikan.

Satpol PP Terlibat Adu Mulut dengan Warga Saat Tertibkan Batas Sempadan Jalan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Tim terpadu Satpol PP Kota Pontianak melakukan penertiban bangunan dan kanopi yang melewati batas sempadan jalan, Jumaat (1/2/19) sore.

Satu di antaranya, toko bangunan di Jl Veteran memiliki pagar beton yang melanggar batas sempadan jalan.

Saat dimintai identitas karyawan toko berkelit dan bertele-tele dengan alasan bos mereka tidak ada di lokasi.

 Mereka berusaha menghubungi akhirnya sekitar satu jam berlangsung, adik dari pemilik toko bangunan tersebut datang. 

Petugas kemudian memberikan penjelasan dan memintai identitasnya sebagai jaminan mereka akan membongkar pagar tersebut.

Baca: VIDEO- Langgar Aturan, Satpol PP Pontianak Bongkar Pagar di Jalan Veteran

Baca: Ungkap Kondisi Terkini di Lokasi Bencana, Sujianto: Situasi Sudah Kondusif dan Bantuan Sudah Datang

Setelah itu, toko komputer di di Jl Veteran, Kecamatan Pontianak Selatan, mendirikan kanopi didepan tokonya dan melewati batas sempadan jalan.

Saat dimintai identitas oleh petugas, seorang perempuan yang diduga adalah pemilik toko tersebut bersikeras tidak mau memberikan.

Petugas sudah berusaha menjelaskan semaksimal mungkin namun perempuan tersebut tetap tidak mau.

Akhirnya petugas menjelaskan bahwa jika tidak mau membongkar sendiri dengan menjaminkan kartu identitas, nantinya terpaksa akan dibongkar oleh Satpol PP.

Dengan banyak alasan perempuan tersebut akhirnya memberikan identitasnya dan menandatangani surat pernyataan.

Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana mengatakan mereka melanggar Perda Nomor 3 tahun 2008 tentang bangunan dan gedung. 

"Tadi kita juga sudah berkoordinasi dengan PUPR bahwa Jl Tanjungpura, Jl Gajahmada, Jl Veteran termasuk zona perdagangan," ujarnya.

Syarifah Adriana mengatakan, jika ada pemilik usaha yang membangun pagar atau kanopi tidak di izinkan sama sekali oleh pemerintah kota, karena itu miliknya pejalan kaki.

"Sempadan jalan itu memang ruang milik publik, harus di bebaskan untuk berjalan kaki atau kendaraan untuk parkir disitu," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved