Satpol PP Amankan Layangan Bertali Kawat, Adriana: Pemain Didominasi Anak-anak Bawah Umur

Ke depan kita akan lakukan razia dengan kendaraan roda dua agar lebih fleksibel dalam menjangkau pemain layangan

Satpol PP Amankan Layangan Bertali Kawat, Adriana: Pemain Didominasi Anak-anak Bawah Umur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Tim terpadu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menggelar razia rutin pemain layang-layang bersama TNI dan Polri, di wilayah Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (2/2/2019). 

Satpol PP Amankan Layangan Bertali Kawat, Adriana: Pemain Didominasi Anak-anak Bawah Umur

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Tim terpadu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menggelar razia rutin pemain layang-layang bersama TNI dan Polri, di wilayah Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (2/2/2019).

Sedikitnya 10 layang-layang dan lima gelondongan benang berhasil diamankan dalam razia kali ini. 

Namun anggota tim terpadu menyesalkan banyaknya anak-anak dibawah umur yang bermain layang-layang bertali tajam seperti gelasan dan kawat.

Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana mengatakan mereka terus konsentrasi menyisir daerah rawan di wilayah Pontianak Timur.

Baca: Ica Optimis Raih Gelar Duta Kuliner Kalbar, Ini Makanan yang Direkomendasikan dan Harus Dicoba

Baca: VIDEO- Inilah Proses Pembuatan Kue Keranjang untuk Imlek

"Hari ini kita tetap konsen di Kecamatan Pontianak Timur, namun kita tidak temukan pemain layangan dari orang dewasa, didominasi anak-anak dibawah umur, jadi hanya kita lakukan penyitaan layangan dan gelondongan tali," ujar Syarifah Adriana.

Razia yang dilakukan ini juga sebagai langkah penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2005 perubahan pertama Perda Nomor 3 Tahun 2004.

Melihat hasil dari razia hari ini, Syarifah Adriana sangat menyesalkan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak yang masih saja bermain layang-layang meski sudah sering di razia.

Syarifah Adriana mengakui keberhasilan Satpol PP dalam menekan jumlah pemain layang-layang di Kota Pontianak, meski tak mampu menghapuskan semuanya secara permanen.

"Kalau kita lihat berdasarkan razia hari ini memang berkurang, apakah karena kesadaran masyarakat yang sudah meningkat atau informasi kita akan melakukan razia, bocor duluan," tambah Syarifah Adriana.

Informasi yang kita terima kata dia, bahwa beberapa hari sebelumnya dari pihak Polsek Pontianak Timur juga melakukan razia layangan. Tentu kita harapkan masyarakat juga mendapat edukasi melalui razia ini.

Kendati demikian, dirinya mengakui adanya kesulitan dalam menjangkau lokasi-lokasi pemain layangan lantaran pada operasi razia pihaknya menggunakan kendaraan roda empat, sehingga para pemain layangan telah mengetahui kehadiran petugas dari jarak jauh.

"Ke depan kita akan lakukan razia dengan kendaraan roda dua agar lebih fleksibel dalam menjangkau pemain layangan," tandas Syarifah Adriana.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved