Edi Kamtono Tegaskan Razia Pelajar Bolos Bagian Dari Mendidik Mereka

Razia ini bagian dari pemberian pendidikan pada pelajar untuk tidak berbohong dan sebagainya.

Edi Kamtono Tegaskan Razia Pelajar Bolos Bagian Dari Mendidik Mereka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Para pelajar yang terjaring razia bolos dari jam pelajaran, Kamis (31/1/2019). 

Edi Kamtono Tegaskan Razia Pelajar Bolos Bagian Dari Mendidik Mereka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terjaringnya sejumlah pelajar yang membolos sekolah oleh Satpol-PP Kota Pontianak disambut baik Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Menurutnya, tak ada satupan orangtua yang mau anaknya berbohong. Ketika dari rumah mengatakan akan sekolah tapi saat berangkat malah membolos dan tidak sampai kesekolah.

Edi Kamtono, sangat menyayangkan masih adanya perilaku anak sekolah yang membolos seharusnya mereka menuntut ilmu bukan malah hura-hura.

Baca: Psikolog Sarankan Berikan Pembinaan dan Bimbingan Pada 22 Pelajar Yang Membolos

Baca: Kalbar 24 Jam - Dari Pelajar Bolos, Prostitusi Online Oknum Honorer, Hingga Polisi Tembak 3 Jambret

"Saya sangat prihatin atas banyaknya pelajar yang terjaring razia ini, padahal saat jam sekolah tapi mereka malah membolos. Ini baru dua lokasi Warkop,"ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Kamis (31/1/2019).

Dilakukannya razia pada para pelajar yang membolos, menurut Edi Kamtono adalah upaya menekan penyakit masyarakat yang tidak diinginkan.

"Pelajar inikan seharusnya belajar disekolah, bukan malah nongkrong di Warkop, kasian para orangtua mereka," jelasnya.

Razia ini bagian dari pemberian pendidikan pada pelajar untuk tidak berbohong dan sebagainya.

Edi berharap para pemilik Warkop maupun warnet agar mengingatkan para pelajar saat mereka berkunjung dijam sekolah dan mengenakan pakaian sekolah.

Pemerintah disebutnya sudah memberikan fasilitas sekolah, mungkin yang SMA-SMK memang belum gratis di Pontianak selama dipegang oleh pemerintah provinsi tapi kedepan dipastikan akan gratis maka harus dimanfaatkan sebaiknya oleh para pelajar.

Edi meminta pihak sekolah maupun orangtua harus mengawasi para peserta didik dan anak mereka, jangan sampai dibiarkan tak tahu arah tujuan mereka.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved