Breaking News:

Pilpres 2019

Pasca Debat Pertama, Survei LSI Rilis Kenaikan Elektabilitas Capres Tak Sampai 1 Persen

Hasilnya, baik elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak berubah signifikan.

Editor: Haryanto
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien, serta Capres-Cawapres 02 Praowo Subianto dan Sandiaga Uno, berfoto bersama Ketua KPU Arief Budiman saat akan dimulainya Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengukur elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden pascadebat pertama Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019. Hasilnya, baik elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak berubah signifikan.

Peneliti LSI, Albi Alfaraby mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pascadebat yang diukur Januari 2018 adalah 54,8 persen. Angka itu hanya sedikit naik dari survei LSI bulan Desember sebesar 54,2 persen.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandi per Januari 2019 adalah 31 persen, naik sedikit dari elektabilitas per Desember 2018 sebesar 30,6 persen.

"Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf setelah debat naik sebesar 0,6 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi naik sebesar 0,4 persen," kata Albi saat merilis hasil suveinya di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019).

Baca: 9 Lembaga Survei Unggulkan Jokowi, Fadli Zon Yakin Prabowo Menangi Pilpres, Ini Alasannya

Adapun jumlah masyarakat yang belum menentukan pilihan juga tidak terlalu banyak berubah pascadebat. Jumlah undecided voters hanya turun 1 persen, dari 15,2 persen pada Desember 2018 menjadi 14,2 persen pada Januari 2019.

Albi mengatakan, debat pertama tak terlalu berpengaruh kepada elektabilitas kedua calon karena jumlah masyarakat yang menonton debat juga sedikit. Berdasarkan survei LSI, hanya ada 50,6 persen responden yang mengaku menonton debat pertama yang disiarkan secara langsung di sejumlah stasiun televisi.

Kendati demikian, dari jumlah itu, hanya 14,9 persen responden yang menonton debat secara utuh. Kebanyakan dari penonton debat juga sudah memiliki jagoannya masing-masing.

"Yang mengaku mengubah pilihan setelah menonton debat hanya 3 persen secara populasi," kata Albi.

Baca: Hasil Survei Parpol Pemilu 2019, Pengamat: Perlu Ikhtiar Politik

Survei LSI ini dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden adalah 1.200 orang yang memiliki hak pilih di Pilpres 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini, yakni plus minus 2,8 persen.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved