Sisir Tiga Titik, Bawaslu Kubu Raya Angkut Ratusan APK Tak Sesuai Aturan

Diterangkannya, Satpol PP, KPU dan Bawaslu dalam rangka melakukan penertiban terkait APK yang tidak sesuai dengan PKPU

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Bawaslu Kubu Raya U Juliansyah 

Sisir Tiga Titik, Bawaslu Kubu Raya Angkut Ratusan APK Tak Sesuai Aturan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Bawaslu Kubu Raya, U Juliansyah menerangkan jika pihaknya menertibkan ratusan APK peserta pemilu yang diduga melanggar aturan baik secara pemasangan dalam perwa ketertiban umum maupun dalam PKPU.

"Sementara ini sesuai pemetaan kami ada ratusan, tapi yang jelas pastinya kita turun lapangan, ternyata ada yang belum terdata, namun memang sementara ini ada ratusan," kata U Juliansyah, Selasa (29/01/2019).

Baca: APK di Bahu Jalan dan Diatas Parit Jadi Sasaran Bawaslu

Baca: Bawaslu Kubu Raya Tertibkan APK Tak Sesuai Aturan

Baca: Wali Kota Edi Kamtono Targetkan Gedung Parkir Enam Lantai Beroperasi Juli 2019

Diterangkannya, Satpol PP, KPU dan Bawaslu dalam rangka melakukan penertiban terkait APK yang tidak sesuai dengan PKPU maupun tidak sesuai perda ketertiban umum, sebelumnya telah dilakukan pemetaan.

Pemetaan tersebut meliputi APK yang terpasang dipohon, diatas parit dan dibahu jalan.

"Sebelumnya kami sudah coba melalui mekanisme-mekanisme, kita sudah menyurati parpol terkait pemindahan atau penertiban APK, agar menertibkan dulu, menggeser dimana awalnya ditiang listrik atau dipohon, namun saat diberikan waktu satu minggu atau empat hari tidak diindahkan, maka kita langsung mengambil tindakan yakni menertibkan bersama Satpol PP dan KPU," paparnya.

Untuk mengefektifkan kinerja, ia pun menerangkan pihaknya membagi dua kelompok untuk tiga titik.

Satu kelompok di Jalan Adi Sucipto dan kelompok lainnya Jalan Sungai Raya Dalam.

"Nanti akan bergabung dicheck point Jalan Soedarso untuk bersama menertibkan di Jalan Arteri Supadio, jadi tiga titik kita tertibkan," tuturnya.

U Juliansyah pun menerangkan jika Bawaslu telah melaksanakan penertiban sesuai dengan mekanisme.

Dan jika ada peserta pemilu yang merasa keberatan dan ingin menempuh jalur yang memang telah sesuai peruntukkanya, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Intinya kami menjalankan tugas, intinya sesuatu yang kami jalankan pasti ada pro dan kontra, tapi yang pasti kami sudah sesuai prosedur. Kalau soal itu (ada yang melapor atau keberatan, red), jika memang keinginan mereka, terserah mereka," tutupnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved