HUT Ke-62 Pemprov Kalbar, Sutarmidji Akui Kalbar Banyak Alami Perubahan Besar

hut Ke-62 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (28/1/2019) pukul 08.00 WIB

HUT Ke-62 Pemprov Kalbar, Sutarmidji Akui Kalbar Banyak Alami Perubahan Besar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Menggunakan pakaian adat sebagian peserta upacara peringatan HUT Pemprov di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (28/1/2019) pagi. Penggunaan pakaian adat ini mencitrakan harmonisasi dalam keberagaman yang menyampaikan pesan persatuan, kesatuan dan perdamaian khususnya di Kalbar. 

Kendati alami berbagai perkembangan dari masa ke masa, namun ia tidak menampik masih ada masalah besar yang harus dibenahi di Kalbar. Terutama masalah kesiapan infrastuktur dan ketersediaan listrik memadai.

“Tapi, saya optimistis dengan kerjasama yang baik dari semua pihak, masalah itu bisa diselesaikan. Pembangunan Kalbar lima tahun ke depan, setiap pihak terkait harus bisa memainkan perannya dengan baik. Ini agar pembangunan Kalbar bisa berjalan terarah dan semakin baik,” harapnya.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu mengajak semua pihak saling ahu-membahu dan bersama-sama bangun daerah Kalbar. Menurut dia, HUT Ke-62 Pemprov Kalbar jadi momentum tepat.

Midji menegaskan tidak akan menutup diri untuk bekerjasama dengan semua pihak, termasuk para pemimpin-pemimpin Kalbar terdahulu dan para lawan politiknya saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar beberapa waktu lalu.

“Saya bersyukur pada HUT Ke-62 Pemprov Kalbar, semua pihak hadir. Termasuk Gubernur Kalbar periode 2008-2018 Cornelis, para pensiunan PNS Kalbar dan tokoh masyarakat lainnya. Ini merupakan modal sosial bagi Pemprov Kalbar untuk membangun ke depan,” imbuhnya.

Ia menimpali semua harus bersinergi entaskan berbagai persoalan yang ada di Kalbar. Apa yang dilakukan saat ini, terang dia, merupakan warisan bagi anak dan cucu sebagai pewaris generasi masa depan.

“Saat ini, saya sangat serius membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Kalbar agar Sumber Daya Alam (SDA) yang ada dan melimpah di Kalbar ini bisa dikelola dengan baik,” tuturnya.

Terkait penggunaan pakaian adat daerah, Midji menuturkan Pemprov Kalbar ingin memberi pesan kepada masyarakat bahwa Provinsi Kalbar sejak berdiri hingga sekarang memiliki berbagai macam suku dan agama.

“Namun, bersatu dalam keberagamanan tersebut. Kalbar ini sangat heterogen, saya ingin membangun kalbar secara bersama-sama supaya ada percepatan dalam melayani masyarakat. Semua komponen masyarakat akan saya ajak untuk membangun Kalbar lebih maju,” pungkasnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peserta upacara tidak mengenakan seragam dinas saat upacara. Untuk pertama kalinya, mereka mengenakan busana tradisional daerah dari 34 provinsi se-Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved