Siswi SD Melahirkan

BREAKING NEWS - Siswi Kelas 6 SD Melahirkan Secara Caesar, Devi: Kebejatan Paman

Melihat seorang anak pelajar kls 6 SD umur 13 thn sdg berjuang mengalahkan rasa takut dan rasa sakitnya di ruang bedah persalinan utk melahirkan bayi

BREAKING NEWS - Siswi Kelas 6 SD Melahirkan Secara Caesar, Devi: Kebejatan Paman
istimewa
Bayi yang dilahirkan AT, pelajar kelas 6 SD. 

BREAKING NEWS - Siswi Kelas 6 SD Melahirkan Secara Caesar, Devi: Kebejatan Paman

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi.

Mirisnya, korban yang diketahui seorang pelajar kelas 6 Sekolah Dasar harus melahirkan.

Baca: BREAKING NEWS - Pelaku Jambret Beraksi di Jalan Tanjung Raya, Pepet Motor Korban

Baca: Transportasi Air Penggerak Ekonomi Teluk Keramat Sambas

Baca: Suasana Khidmat Upacara Peringatan HUT Pemprov Kalbar di Halaman Kantor Bupati Sekadau

Baca: Jadi Korban Penipuan Investasi Bodong hingga Rp 1 Miliar Lebih, Ibnu Numpang di Tempat Teman

Kejadian tersebut disampaikan Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Foundation Devi Tiomana kepada Tribunpontianak.

Devi pun mempersilahkan untuk mengutip kisah menyedihkan tersebut dari akun facebooknya.

Demikian tulisan Devi, aktivis anak di Kota Pontianak ini.

Tak seorangpun ibu di dunia ini yg tak pilu dan merasa teriris hatinya

Melihat seorang anak pelajar kls 6 SD umur 13 thn sdg berjuang mengalahkan rasa takut dan rasa sakitnya di ruang bedah persalinan utk melahirkan bayi yg dikandungnya

Akibat perbuatan bejat sang paman,

Kecuali seorang ibu yg tak punya hati atau ibu yg kehilangan nurani..

Baca: Momen Road Show Millenial Road Safety, Kapolda Kalbar Sampaikan 30 Ribu Masyarakat Indonesia 2018

Baca: Aura Kasih Jatuh Sakit, Netizen Sebut Kena HIV dan Kena Azab Akibat Kelakukan Dulu

Baca: Kasus DBD Cendrung Alami Kenaikan, Ini Imbauan Kadis Kesehatan Sanggau

Menunggu dgn aneka rasa beraduk harap2 cemas coba yakinkan diri utk bisa terima kenyataan bhw seorg anak belia akan punya bayi.

Anak yg masih hrs diurusin sdh hrs pny anak.

Hidup rasanya tdk adil utk AT 13 thn asal Batu Ampar ini.

Dia blm faham ttg kehamilan, melahirkan apalagi hrs di cesar.

Yg dia tahu perutnya mkn besar dan kdg2 berasa ada yg bergerak2 di dlm perutnya..

Semua itu adalah ketakutan yg luar biasa yg sejak awal kejadian hrs disimpan rapi akibat intimidasi sang paman.

Jk saat ini hrs terbongkarpun, krn perut yg makin besar tak lg bs di tutupi.

Baca: Prabowo Sebut Menkeu Sebagai Menteri Pencetak Utang, Kemenkeu Sangat Tercederai

Baca: Pemkab Mempawah Gelar Upacara HUT Ke-62 Pemprov Kalbar

Baca: Melalui Latihan PBB, Anggota Kodim Sintang Bentuk Karakter Disiplin Anak Sejak Dini

Baca: Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Edi Kamtono akan bangun Sistem Trafic Management di Pontianak

Alhamdulilah perjuangan dimeja operasipun berhasil..

Bayi laki2 dgn BB 2,6 kg dan panjang 46 cm lahir dgn selamat.

Perih dgn kondisi korban dan salut dgn perjuangannya dimeja operasi.

Tak sanggup melihat korban membayangkan masa depan yg akan dihadapinya.

Sebab kelahiran inipun bukanlah akhir dari sgl luka.

Tp awal dr proses perjuangan babak baru kehiidupan seorang anak yg terpaksa hrs pny anak.

Terimakasih rekan peksos Teteh Atin yg dr awal berbagi rasa, pikiran, waktu dan tenaga utk kasus ini..

Baca: Pelaku Kekerasan Anak Kandung di Sungai Rengas Miliki Beberapa Nama

Baca: Atlet Belum Terima Bonus, Bupati Citra Janjikan Secepatnya

Baca: Tuding OSO Pimpin DPD Lewat Cara Ilegal, GKR Hemas Minta Dukungan Cawapres Maruf Amin

Kasus Cabul di Parit Demang

Devi menegaskan kejahatan seksual pada anak apapun bentuknya merupakan perbuatan melanggar hukum dan memiliki konsekuensi hukum pula.

Dampaknya cukup serius tidak hanya pada anak korban saja tapi juga pada semua anggota keluarga tersebut.

Selain kasus yang dialami AT di Batu Ampar yang sampai melahirkan, Devi mengungkapkan kasus kejahatan seksual lainnya.

Korbannya juga berinisial AT dan berusia 13 tahun. Kasus kedua ini terjadi di Parit Demang, Pontianak.

"Begitu juga AT 13 tahun, setelah kasusnya dilaporkan ke polisi dan ayah tiri ditahan polisi. Kini kondisi kehidupannya bersama dua adiknya yang masih balita sangat memprihatinkan sebab ayahnya yang tega berbuat bejat padanya adalah tulang punggung keluarganya," bebernya.

Devi juga menyoroti soal administrasi kependudukan AT yang tak punya dokumen kependudukan menjadi alasan mereka tidak terdaftar sebagai penerima manfaat berbagai program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

"Kendati mereka secara turun temurun telah lahir dan tinggal di negeri ini. Tragis memang, tapi begitulah faktanya,"

"Hidup harus tetap berjalan, korban dan ibunya bersama dua balitanya menjalani hidup sebaga pengais tanah gambut agar bisa bertahan,"

"Berkunjung untuk memastikan kondisi anak, mencari solusi dan bertindak cepat untuk penanganan tepat sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Anak-anak tersebut butuh perlindungan khusus. Adakah yang peduli..? Mari bersama kita dukung mereka agar bisa hidup lebih baik," tuturnya. (*)

Penulis: Rihard Nelson Silaban
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved