Polsek Entikong Gagalkan Upaya Penyelundupan Produk Unggas dari Malaysia

Jajaran Polsek Entikong menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal berupa produk unggas dan ikan asal Malaysia

Polsek Entikong Gagalkan Upaya Penyelundupan Produk Unggas dari Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Barang ilegal berupa produk unggas dan ikan saat diamankan di Mapolsek Entikong, Minggu (27/1/2019) 

Polsek Entikong Gagalkan Upaya Penyelundupan Produk Unggas dari Malaysia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Jajaran Polsek Entikong menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal berupa produk unggas dan ikan asal Malaysia di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kemarin.

Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda mengatakan barang ilegal tersebut masuk wilayah Indonesia dari jalur tikus di sebelah kanan PLBN Entikong dengan cara dipikul.

“Setelah masuk wilayah Indonesia, produk pangan tidak berdokumen itu kemudian diangkut menggunakan mobil berplat Malaysia QTB 2494. Diduga barang-barang ini akan dibawa ke luar wilayah perbatasan, ” kata Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda melalui rilisnya, Minggu (27/1/2019).

Baca: Polsek Selakau Dukung Program Baca Kitab Suci Sebelum Belajar di Sekolah

Baca: Meriahkan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Panitia Imbau Warga Hias Rumah Tinggal

Baca: Hasil Persib Bandung Vs Persiwa Wamena, Saksikan Secara Langsung (Live) di Link Live Streaming RCTI

Baca: Razia Layangan, Satpol PP Jaring 15 Layangan Tali Kawat

Dikatakanya, kemudian, Polisi melakukan pengejaran dan mencegat kendaraan yang dikemudikan oleh RR tersebut di Jalan Lintas Negara Malindo. Dari pemeriksaan kendaraan, Polisi menemukan sejumlah barang asal Malaysia tidak berdokumen yang sah dan diakui RR adalah milik Az.

“Saat ini terduga pemilik beserta barang bukti masih diamankan di Mapolsek Entikong untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, ” tegasnya.

Eeng menambahkan, Barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil proton dengan Nopol Malaysia QTB 2494, dua kotak jeroan ayam, sepuluh kotak sosis, tujuh kotak ikan bawal, lima kotak ikan sarden, tiga kotak potongan paha ayam, lima kotak potongan daging ayam dan dua karung dada ayam dengan berat 79,30 kilogram.

Dikatakanya, larangan sementara pemasukan unggas dan produk unggas dari Malaysia yang saat ini berstatus wabah flu burung, diduga menjadi sebab meningkatnya upaya penyelundupan tersebut.

“Larangan ini berlaku internasional, karena pemerintah berusaha mencegah jatuhnya korban. Kalau sampai jatuh korban yang terdampak adalah masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved