Kahmi Kubu Raya Gelar Dialog Lintas Etnis hingga Bentuk Duta Perdamaian

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Kubu Raya menggelar Dialog Lintas Etnis, di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B, pada Minggu (27/1).

Kahmi Kubu Raya Gelar Dialog Lintas Etnis hingga Bentuk Duta Perdamaian
IST
DIALOG - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Kubu Raya menggelar Dialog Lintas Etnis, di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B, pada Minggu (27/1). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Kubu Raya menggelar Dialog Lintas Etnis, di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B, pada Minggu (27/1/2019). Dialog dengan tema "Pemuda Lokomotif Perdamaian untuk Keutuhan NKRI" menghadirkan empat narasumber.

Masing-masing narasumber antara lain, Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, Sukiryanto, Pemuda Melayu Kalbar yang juga akademisi IAIN IAIN Pontianak dan aktivis perdamaian, Eka Hendri AR. Kemudian, Paguyuban Jawa Kalbar, Kasiono dan Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya, Florensius Loren.

“Kita pahami bahwa pemuda merupakan kelompok strategis untuk menjaga perdamaian sehingga hari ini kita lakukan dialog lintas etnis,” jelas Ketua Kahmi Kubu Raya, Rasiam.

Rasiam menjelaskan, dalam rangkaian dialog dibentuk Duta Pemuda Perdamaian Kubu Raya. Duta ini melibatkan sekolah-sekolah SMA sederajat.

“Pembentukan Duta Perdamaian yang melibatkan anak-anak muda yang masih sekolah di jenjang SMA sederajat merupakan wujud proram strategis. Ini dalam rangka mengawal dan menciptakan perdamaian. Mereka merupakan kelompok milenial yang handal dan bisa diberi tanggung jawab,” tukas Rasiam.

kahmi dialog1
FOTO BERSAMA - Foto bersama usai Dialog Lintas Etnis oleh Kahmi Kubu Raya, di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B, pada Minggu (27/1).

Satu diantara narasumber, Ketua IKBM Kalbar, H Sukiryanto menerangkan bahwa damai beda dengan bahagia. Ia menilai, damai jauh lebih substansi dan hakiki ketimbang bahagia.

“Untuk itu, damai itu harus dimulai dari diri sendiri, damai diri dan insya Allah akan damai dengan orang lain,” katanya.

Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya, Florensius Loren dalam kesempatan itu mengajak pemuda untuk menjadi perdamaian. “Untuk menjaga perdamaian, maka komunikasi dan kerjasama antar OKP Kubu Raya harus terus terjalin,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Jawa Kalbar, Kasiono menilai, bahwa dialog ini hadir bukan karena ada konflik ke depan. Namun, ia menilai, upaya KAHMI ini untuk menyiapkan mental masyarakat, utamanya pelajar terbentuk secara positif.

“Pemuda sebagai lokomotif, maka harus sering disibukkan dengan membaca dan menulis. Membaca refenrensi yang luas, tidak dibatasi oleh referensi yang terbatas sehingga mempunyai wawasan yang luas,” pungkasnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved