Dukung Revisi Perda, Ini Kata Kasat Pol PP Mengenai Layangan di Pontianak

Kita sudah melakukan razia rutin setiap satu minggu sekali, bahkan dua kali seminggu

Dukung Revisi Perda, Ini Kata Kasat Pol PP Mengenai Layangan di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YA' M NURUl ANSHORY
Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana. 

Dukung Revisi Perda, Ini Kata Kasat Pol PP Mengenai Layangan di Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Menanggapi terkait maraknya pemain layangan bertali kawat di Pontianak bahkan menyebabkan korban jiwa membuat Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana angkat biacara.

Syarifah Adriana, mengatakan bahwa mereka telah berusaha semaksimal mungkin menertibkan pemain layang-layang.

"Kita sudah melakukan razia rutin setiap satu minggu sekali, bahkan dua kali seminggu," ujarnya, Sabtu (26/1/19).

Baca: Bebby Nailufa: Masalah Layangan Bertali Kawat Perlu Ditindak Lanjuti Serius

Baca: Dinkes Inventarisir ASN untuk Rumah Sakit Pratama

Baca: Polsek Kuala Mandor B Amankan Terduga Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi, Trenggiling

Terkait adanya wacana perubahan Perda oleh Wali Kota Pontianak, Syarifah Adriana sangat mendukungnya, asalkan Perda itu lebih efektif dari sebelumnya.

"Tidak masalah kalau akan dilakukan perubahan Perda, kita selalu mendukung, asalkan Perda yang baru nanti akan lebih efektif," tegas Syarifah Adriana.

Memang Kasat Pol PP mengakui kalau sulitnya penertiban pemain layangan karena kurangnya dukungan dari masyarakat.

"Kami perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama masyrakat, mereka harus sadar bahaya dari bermain layangan," papar Syarifah Adriana.

Baca: Tribun Pontianak Berikan Surprise di Hari Ulang Tahun Garuda Indonesia ke-70

Baca: Berdikawan, Ini Penampilan Kolaborasi Coffternoon Bareng Musisi Pontianak

Syarifah Adriana meminta kepada para orang tua dan juga pihak sekolah agar membantu mensosialisasikan kepada masyarakat dan siswanya supaya berhenti bermain layangan.

Kasat Pol PP menjelaskan bahwa razia layangan selalu mereka lakukan, bahkan berdasarkan data tahun 2018 lalu 6 orang di Tipiring oleh mereka, dengan denda berkisar Rp.1 juta rupiah.

Untuk tahun 2019 mereka masih giat dan konsisten melakukan razia dan tidak segan menindak pemain layangan tak taat aturan tersebut.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved