Pupuk Subsidi di Sambas Berkurang 50 Persen, Kadis Pertanian Beberkan Hal Ini

hal itu membuat berkurangnya bantuan pertanian ke Kabupaten Sambas. Salah satunya adalah pupuk dan bantuan benih padi

Pupuk Subsidi di Sambas Berkurang 50 Persen, Kadis Pertanian Beberkan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Kamis (24/1/2019). 

Pupuk Subsidi di Sambas Berkurang 50 Persen, Kadis Pertanian Beberkan Hal Ini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Muhammad, Yayan Kurniawan mengatakan, kuota pupuk subsidi di Sambas berkurang hampir 50 Persen.

Menurutnya, pengurangan kuota itu  dilakukan oleh pemerintah pusat. Dasar dari pengurangan kouta itu Kepmen ATR BPN 399 Tahun 2018, yang menyatakan bahwa luas lahan sawah baku di Sambas seluas 66.700 Hektare berkurang menjadi 34.400 Hektare.

"Ini dampak dari pengurangan lahan yang terdata 34.400 ribu hektare yang di Kementerian PAN-RB, tapi catatan kita itu ada kurang lebih 66.700 Hektare di 2018," ujar Yayan Kurniawan, Jum'at (25/1/2019).

Dampaknya, hal itu membuat berkurangnya bantuan pertanian ke Kabupaten Sambas. Salah satunya adalah pupuk dan bantuan benih padi.

Baca: Hadiri Pelantikan GMKI Sintang, Jarot: Anak Muda harus Mampu Kembangkan Diri Semua Aspek

Baca: Kejaksaan Sanggau Sebut Perkara Kasus Narkoba Fantastis

Hal itu kontradiktif dengan kondisi petani Sambas yang masih sangat memerlukan bantuan.

"Itu juga mengurangi bantuan pertanian lainnya, tahun lalu kita dapat 20 ribu hektare untuk bantuan benih padi dan pupuk, tahun ini hanya 5.500 Hektare saja, selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian juga berkurang," jelas Yayan Kurniawan 

Yayan manambahkan, penurunan sebesar 50 persen itu tentu sangat memberatkan Kabupaten Sambas. Menurutnya, di kuota yang ditetapkan sebelumnya saja, Kabupaten Sambas masih kurang. Apalagi di tambah pengurangan seperti tahun ini. 

"Turunnya 50 persen dari tahun sebelumnya, sebenarnya pupuk subsidi yang sudah di plot tahun lalu saja kurang, pengurangan ini ditetapkan pemerintah pusat, tahun lalu saja kurang apalagi sekarang makin dikurangi, jenisnya urea SP 36, KCL, NPK dan lain-lain," tutur Yayan Kurniawan

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved