Kejaksaan Sanggau Sebut Perkara Kasus Narkoba Fantastis

Kajari Sanggau, M Idris F Sihite menyampaikan bahwa hampir 90 persen perkara Pidana Umum (Pidum), di Kejari Sanggau didominasi kasus narkoba

Kejaksaan Sanggau Sebut Perkara Kasus Narkoba Fantastis
KOLASETRIBUNPONTIANAK.CO.ID
ILUSTRASI NARKOBA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sanggau, M Idris F Sihite menyampaikan bahwa hampir 90 persen perkara Pidana Umum (Pidum), di Kejari Sanggau didominasi kasus narkoba. Ia menyebutkan bahwa jumlah penanganan kasus yang ditangani sudah fantastis.

“Jumlahnya fantastis. Dan ini saya pikir sudah ada di level yang sangat mengkhwatirkan,” katanya, Rabu (23/1) kemarin.

Idris mengungkapkan, perkara Pidum yang ditanggani Kejari Sanggau bisa diselesaikan dengan baik. Ia pun mengungkapkan, tidak ada kendala berarti dalam penanganannya.

Namun, ia berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama. Ia berharap, agar lebih mengoptimalkan terkait pencegahan dan edukasi peredaran narkotika.

Menanggapi maraknya kasus narkoba, Anggota DPRD Sanggau, Yeremias Marsilinus mengaku prihatin. “Kita sangat memprihatinkan, karena semakin hari grafik kasus narkoba ini semakin meningkat. Apalagi kalau kita melihat kondisi sekarang, banyak kasus yang masuk itu didominasi dari kasus narkoba,” imbuhnya, Kamis (24/1).

Baca: Waspada! 35 Penderita HIV-AIDS Tercatat di Mempawah, Ini Penyebabnya?

Politisi PDI Perjuangan Sanggau itu khawatir. Karena, ia menilai, narkoba sekarang bukan menjadi barang yang tabu, bahkan sudah menjadi kebutuhan bagi para penjahat.

“Coba kita lihat semua elemen sudah kena yang namanya narkoba ini. Kami kira sekarang kita harus beralih kepada pencegahan dini, jangan sampai ini terus berlanjut,” tuturnya.

Kocan, sapaan akrabnya menambahkan, semua pihak harus libatkan, termasuk tokoh masyarakat dan toko agama. “Kita libatkan pendeta, pastor dan para ustaz, bagaimana caranya? Mereka, sedikit banyak bisa memberikan pencerahan kepada umatnya bagaimana bahayanya barang yang bernama narkoba ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Penasehat GP Ansor Sanggau, Abang Indra berharap agar
instansi terkait, seperti BNN, Polri dan steakholder terkait lainya untuk tetap rutin melakukan sosialisasi bahaya narkotika.

“Dengan begitu, diharapkan dapat secara perlahan memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Sanggau. Karena memang sudah beberapa kali diungkapnya kasus narkoba,” katanya.

Baca: Kayong Utara Akan Bangun Bandara, Kadishub Pastikan Lahan Bebas dari TNGP

Selain itu, ia berharap jalur-jalur yang dianggap rawan untuk oknum melakukan penyelundupan narkotika diperketat. “Intinya jangan memberikan ruang gerak untuk oknum tersebut. Dan semua elemen masyarakat, steakholder lainya terlibat bersama-sama dalam memberantas narkotika,” pungkasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Salbani pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan terhadap bahaya narkoba dengan menyasar berbagai elemen masyarakat. Pada 2019, dikatakan, pencegahan juga terus dilakukan dengan melakukan sosialisasi melalui berbagai media.

“Seperti iklan pencegahan narkoba melalui radio, media luar ruangan, media cetak, insert konten dan tatap muka dengan pagelaran seni,” katanya.

Selain itu, diterangkan, ada juga kegiatan advokasi ke unsur pendidikan, pemerintah, pengusaha swasta, dan masyarakat. Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat, lanjutnya, untuk 2019, juga akan mengadakan Rakor dengan Pemda Sanggau dan juga instansi vertikal.

“Kita bentuk penggiat anti narkoba di setiap OPD, dan juga instansi vertikal sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN,” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved