Breaking News:

Kayong Utara Akan Bangun Bandara, Kadishub Pastikan Lahan Bebas dari TNGP

Berkaitan dengan lahan sih, kelihatannya sudah clear dari hambatan, obstacle, baik itu dari rencana pembangunan SUTET dari PLN

Penulis: Adelbertus Cahyono | Editor: Jamadin
TRIBUN/ISTIMEWA
Kepala Dinas Perhubungan Kayong Utara, Rusli 

Kayong Utara Akan Bangun Bandara, Kadishub Pastikan Lahan Bebas dari TNGP

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala Dinas Perhubungan Kayong Utara, Rusli memastikan lahan yang disiapkan untuk pembangunan Bandara, bebas dari kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Rusli mengungkapkan, luas lahan yang disiapkan di Desa Riam Berasap dan Desa Simpang Tiga di Kecamatan Sukadana sekitar 189 hektare.

"Berkaitan dengan lahan sih, kelihatannya sudah clear dari hambatan, obstacle, baik itu dari rencana pembangunan SUTET dari PLN," kata Rusli di Kantor Dinas Perhubungan Kayong Utara, Sukadana, Jumat (25/1/2019).

Menurut Rusli, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PLN melalui rapat untuk tidak membangun jaringan listrik di lahan khusus Bandara.

Baca: Waspada! 35 Penderita HIV-AIDS Tercatat di Mempawah, Ini Penyebabnya?

Baca: Perusahaan Ajinomoto Buat Teknologi Pendeteksi Kanker AIRS, Cara Kerjanya Praktis!

"Sudah kita sinkronkan dengan PLN, supaya tidak menjadi obstacle untuk area landing pesawat udara itu," ujar Rusli.

Adapun, lahan khusus Bandara tersebut berjarak sekitar 23 Km dari Pusat Kota Sukadana.

Sebelumnya, Bupati Kayong Utara, Citra Duani menyebut tahap pembangunan Bandara sudah melewati tahap izin prinsip.

Saat ini, tahap pembangunan sudah masuk ke tahap pengurusan izin lokasi.

Kata Citra, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi terkait izin lokasi.

Satu diantaranya lokasi bandara harus bebas dari jaringan-jaringan PLN, termasuk SUTET.

"Sementara mereka (PLN) sudah merencanakan, jadi kita sudah berkoordinasi dengan PLN, supaya itu dialihkan, perencanaanya diubah," kata Citra di Istana Rakyat, Sukadana, Rabu (22/1/2019).

Syarat lainnya, ungkap Citra, juga harus mendapat persetujuan dari TNI Angkatan Udara.

Kemudian, rencana lokasi pembangunan bandara pun harus bebas dari kawasan taman nasional.

"Bandara ini bisa juga dikerjasamakan dengan pihak swasta. Jika ini memang memungkinkan, maka pihak swasta bisa melaksanakan pembangunan Bandara ini," terang Citra.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved