PMII IAIN Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan untuk Mewujudkan Toleransi dalam Beragama

Keberagaman Beragama dan Tantangannya, menurut Dr Zulkifli, M A perbedaan adalah sunatullah.

PMII IAIN Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan untuk Mewujudkan Toleransi dalam Beragama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pemateri dalam dialog yang diadakan PMII Pontianak 

Sikap saling terbuka satu sama lain agar tidak terjadi kecurigaan antar agama maupun ras juga mnjadi hal penting, Dan sikap saling menerima serta menghargai juga menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan kedamaian suatu negara.

Sedangkan kemajemukan akan menjadi ancaman jika masyarakat melakukan hal yang dapat memicu konflik , dan tidak memiliki sikap tegang rasa atau saling menghargai dan menghormati.

Saat ini ketika melihat fenomena beragama di Indonesia , masyarakat cenderung memiliki mindest “ Absolute Truth Claim”. Artinya masing-masing memiliki pemikiran bahwa dirinyalah yang paling benar sendiri, seakan akan sudah setara dengan kebenaran Tuhan.

Seakan akan meyakini bahwa kebenaran adalah tunggal. Hal ini yang dapat menjadikan ancaman bagi kemajemukan di Indonesia.

Dalam agama Kristen terdapat upaya yang dapat mengatasi permasalahan mengenai keberagamain, yaitu dapat dikenal dengan OIKUMENE, yaitu suatu gerakan untuk menjaga keutahan negri, gerakan ini mengajarkan bahwa dunia ini milik kita bersama sehingga ada rasa saling menjaga satu sama lain.

Jika di Indonesia masing masing umat saling memperlihatkan kabikan dalam prespektif agamanya masing asing maka Indonesia akan indah dengan penduduk yang beriman dengan masing-masing keimanannya.

Lain halnya dengan Suryanto B.Sc.SH yang merupakan tokoh Matakin Konghucu, ia menjelakan mengenai masalah masalah yang timbul saat ini karena diakibatkan konflik perbedaan sebenarnya solusinya adalah memperbaiki diri sendiri, bagaimana membangun kualitas diri. Menurut kitab Meng Zi Bab 4 pasal 7 ayat 2 dan 3 menjelaskan bahwa sebarnya manusia itu sama yang membedakan hanyalah Iman, Kualitas, Lingkungan, dan Upaya diri Sendiri.

Upaya untuk menciptakan kedamaian adalah setiap individu haruslah belajar, belajar merupakan kunci perdamaian. Bagaimana manusia menjadikan dirinya bermanfaat, membuat hal kecil menjadi hal yang besar.

Umat Konghucu meyakini kalau berbuat baik dan mengasihi orang lain sudah termasuk membantu negara, dengan melakukan hal itu kedamaian tercipta sehingga pemerintah merasa aman dan lancer dalam menjalankan kerjanya.

Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved