Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral!

Genangan air banjir ketika itu setinggi atap. Nur Janna Djalil yang bersama cucunya segera keluar rumah. Terjangan air rupanya kian deras.

Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral!
Kolase/Tribun Timur/Kompas.com/Facebook
Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral! 

Ketiga korban ditemukan setelah satu unit eskavator tiba di lokasi dan langsung melakukan penggalian.

Rencananya proses pencarian korban yang dinyatakan hilang akan dilanjutkan pada Kamis pagi (24/1/2019).

"Kami saksikan langsung proses pencarian dan hari ini kami menemukan lima jenazah korban yang ditemukan di bawah longsoran. Proses pencarian akan dilanjutkan pada besok pagi," kata Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni dilansir dari Kompas.com

Hingga saat ini, korban tewas longsor dan banjir di Kabupaten Gowa berjumlah 11 orang. Puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Baca: Penangkapan Pelaku Penipuan dan Pengelapan, Kapolsek Beberkan Kronologinya

Baca: Peringati HUT ke 70, Garuda Indonesia Group Pontianak Gelar Aksi Peduli Pada Masyarakat

Baca: Waspada, Gelombang 1,25-2,5 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selat Karimata

Terdampak di 10 Kabupaten/Kota

Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sulawesi Selatan melalui Crisis Media Center di Kantor Gubernur Sulsel merilis data kejadian bencana per 22 Januari 2019 per 23 Januari 2019, pukul 15:35 Wita.

Bencana alam berupa banjir di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel)

Terkait dampak bencana alam di Sulawesi Selatan terdampak di 10 kabupaten/kota.

Ke-10 daerah tersebut masing-masing:

Kabupaten Gowa,
Kota Makassar,
Kabupaten Soppeng,
Jeneponto,
Barru,
Wajo,
Maros,
Bantaeng,
Sidrap dan
Pangkep.
Kepala Biro Humas dan Pemprov Sulsel, Devo Khadafi, merinci korban akibat Banjir Sulsel yaitu: 

Secara total korban kepala keluarga terdampak 876,
korban jiwa 2.503,
korban hilang 7 orang,
meninggal 9 orang,
korban sakit 1 orang,
3.321 jiwa mengungsi.

"Yang meninggal ini rata-rata karena terseret banjir," kata Devo, saat ditemui di Crisis Media Center, Kantor Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, kota Makassar.

Ia menambahkan saat ini data terus dilaporkan BPBD Sulsel.

Olehnya itu data kata dia bisa berubah setiap saat

Baca: Unit Reskrim Polsek Kapuas dan Sat Reskrim Polres Landak Amankan Pelaku Penipuan dan Pengelapan

Baca: Beredar Video Remaja Putri Berhubungan Intim dengan Ayahnya, Fakta Dibalik Video itu Bikin Sedih

Bupati Gowa Liburkan Sekolah

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memperkenankan siswa beserta guru sekolah terdampak bencana banjir tidak masuk sekolah untuk sementara waktu.

Adnan Purichta Ichsan mengaku belum mengeluarkan instruksi resmi mengenai kebijakan peliburan sekolah.

Akan tetapi, bagi sekolah yang terkena terjangan banjir, diperkenankan meliburkan diri untuk sementara.

"Kalau dia banjir tentu aktivitas sekolah tidak bisa dilaksanakan, jadi tanpa instruksi pun sekolah sudah diliburkan sekarang," kata Adnan di Baruga Karaeng Pattingalloang Kantor Bupati Gowa, Kamis (24/1/2019) dilansir dari Tribun

Adnan melanjutkan, sejumlah sekolah tidak bisa menjalankan rutinitas pendidikan lantaran sempat tergenang banjir.

Hingga saat ini, Adnan mengaku proses pendataan sekolah yang terkena banjir masih terus didata.

"Beberapa sekolah memang sudah diliburkan karena sekolah tersebut tenggelam akibat air. Saya akan koordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan," bebernya.

"Kita akan sampaikan nanti kalau dia banjir sudah benar-benar surat baru kita bolehkan dia kembali ke sekolah," tandas Adnan.

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved