Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral!

Genangan air banjir ketika itu setinggi atap. Nur Janna Djalil yang bersama cucunya segera keluar rumah. Terjangan air rupanya kian deras.

Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral!
Kolase/Tribun Timur/Kompas.com/Facebook
Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral! 

Perjuangan Nenek Selamatkan Cucu di Tengah Banjir Besar Gowa Berujung Pilu, Kisahnya Viral!

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banjir yang mengepung 11 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan memunculkan kisah pilu, tentang perjuangan seorang nenek yang berjuang menyelamatkan cucunya dari banjir di Gowa.

Nenek yang bernama Nur Janna Djalil ini meninggal dunia setelah bertaruh nyawa menyelamatkan cucunya, Waliziab Muhammad Nur yang berusia dua tahun, Rabu (23/1/2019).

Bahkan kisahnya lantas menjadi viral di media sosial setelah fotonya tersebar.

Terlihat tangan Nur Janna terus memeluk erat cucunya, Waliziab Muhammad Nur (2).

Sambil berpegangan di sebuah pohon ketika banjir melanda rumah mereka di Kompleks BTN Zigma Royal Part Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa, Rabu (23/1/2019).

Baca: Fakta-fakta Kebakaran di Jalan Siaga! Penyebab, Korban Alami Luka Bakar, Hingga Teriakan Anak Kecil

Baca: Jadwal Siaran Langsung Piala Indonesia Hari Ini: PSBL Vs Bhayangkara, Blitar United Vs Bali United

Baca: Banjir Rob di Pontianak Perlahan Surut

Baca: Banjir di Sungai Bening, Kapolsek Sebut Sebagai Banjir Tahunan

Setelah bertahan kurang lebih tiga jam, Nur Janna dan cucunya berhasil dievakuasi oleh tim SAR.

Nurfardiansyah, menantu Nur Janna Djalil bercerita, kejadian ini terjadi ketika tempat tinggalnya di Kompleks BTN Zigma Royal Part Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Selasa (23/1/2019) kemarin.

Genangan air banjir ketika itu setinggi atap. Nur Janna Djalil yang bersama cucunya segera keluar rumah. Terjangan air rupanya kian deras. Sementara, Nurfardiansyah mengaku tak berada di rumah.

"Mertua saya terus berjalan. Air rupanya terus meninggi. Melalui telepon, saya minta dia mencari pegangan ke pohon," kisah Nurfardiansyah kepada Tribun Timur, Rabu (23/1/2019) malam.

Halaman
1234
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved