Lempok Durian, UKM Rumahan dari Pontianak Hingga ke Negeri China

Untuk proses cetak, Manbuah hanya mengolah sebanyak 5 kg. Satu kilonya ia jual dengan harga Rp125 ribu.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDI ASRI GITA UTAMI
Lempok durian, Man Buah 

Lempok Durian, UKM Rumahan dari Pontianak Hingga ke Negeri China

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagai pemilik usaha Lempok durian, Man Buah sudah beridiri selama 5 tahun di dunia perindustrian Kota Pontianak, Kamis (24/1/2019). 

Sebagai UKM (Usaha Kecil dan Menengah), Manbuah sukses menjalankan bisnisnya hingga kenegeri China. 

"Paling jauh, ada yang pesan untuk ke China, sampai berkaleng-kaleng dan satu kaleng itu ada 27 kilo," ujarnya saat ditemui Tribun Pontianak. 

Manbuah juga menjelaskan bagaimana usahanya semakin maju dan berkembang di Kalimantan Barat.

Baca: Sutarmidji Minta Bupati Jarot Selesaikan Pembangunan Masjid Al-Amin Sebelum Pilkada

Baca: Master Class Film Dorong Sineas Muda Sintang Pada Festival Film Kalbar

Bahwa Industri rumahan seperti ini harus lebih dikembangkan mengingat potensi Kalimantan Barat yang kaya akan buah durian. 

Dalam sehari produksi, Manbuah mampu menghabiskan dua ribu durian yang didatangkan langsung dari Hulu, seperti Puttusibabu, Nanga Pinoh, dan Punggur. 

"Kita sudah bekerja sama, dengan petani durian, dan kualitas durian juga sudah pasti dipilih dengan baik," tambah Manbuah. 

Untuk mendatangkan dua ribu durian dari hulu, Manbuah akan membayar kurang lebih Rp.15-20 juta. 

Usaha ini ia kembangkan bersama istri dan keluarganya dengan total karyawan sekitar 10 orang pegawai.

Untuk proses cetak, Manbuah hanya mengolah sebanyak 5 kg. Satu kilonya ia jual dengan harga Rp125 ribu.

Baca: Dandim 1201/Mph Sosialisasi Program Desa Mandiri di Landak

Baca: Kasus Narkoba di Sanggau Capai 90 Persen, Ini Saran Marsilinus

Omzet yang ia hasilkan selama satu bulan, juga tergantung dari banyaknya pesanan. 

"Kurang lebih selama satu bulan saya mendapat penghasilan sekitar Rp 10 juta. Karena satu kaleng durian sekitar 27 kg, saya jual Rp2juta dan cetakan sekilo itu Rp125 ribu," imbuhnya. 

"Sekali produksi, bisa sampai 1 ton. Dengan pengerjaan setiap hari yang sangat cepat, jika sudah dikupas akan memakan waktu seharian mulai dari pengupasan dan pelepasan durian dari bijinya. Pengolahan durian yang dimasak dan langsung dicampur dengan gula lalu menyaring lagi durian dari biji-biji yang tersisa, ketika dimakan tidak ada lagi gangguan" tambahnya.

"Yang membedakan itu, lempok ini berbeda karena kita memisahkan biji-biji yang masih tersisa, jadi murni tidak ada lagi gangguan saat dimakan, maka kualitas dan harga semakin terjamin, karena ini halal tanpa bahan pengawet," pungkas Manbuah..  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved