Edi Kamtono Siapkan Dana Rp10 Miliar Tata TPA Batulayang

Perhari masyarakat Kota Pontianak menghasilkan sekitsr 350-400 ton sampah. Apabila tidak ditangani dengan serius

Edi Kamtono Siapkan Dana Rp10 Miliar Tata TPA Batulayang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan arahan pada pegai DLH dalam upaya pengelolaan sampah di TPA Batulayang, Kamis (24/1/2019). 

Edi Kamtono Siapkan Rp10 Miliar Tata TPA Batulayang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perhari masyarakat Kota Pontianak menghasilkan sekitsr 350-400 ton sampah. Apabila tidak ditangani dengan serius ini alan menjadi kendala kedepannya karena keterbatasan lahan yang mampu menampungnya.

Saat ini Pemerintah Kota Pontianak yang dipimpin oleh Wali Kota, Edi Rusdi Kamtono sangat konsen terhadap pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendorong program-program yang mampu mengurangi sampah dibuang ke TPA. Sehingga tak terlalu menumpuk dan memperpanjang umur TPA.

Untuk memastikan pengolahan sampah berjalan dengan baik dan TPA standar, Edi Rusdi Kamtono mengunjungi langsung TPA yang berada di Kelurahan Batu Layang, Pontianak Utara, Kamis (24/1/2019).

Baca: Fungsi Pendengaran Anda Menurun? Teteskan Ramuan Alami, Begini Cara Meraciknya!

Baca: Seru Edi Kamtono Naik Motor dan Bonceng Fuadi

Baca: Suasana di Penyeberangan Feri Bardan Siantan

"Volume sampah yang dibuang ke TPA rata-rata sebanyak 350-400 ton per hari. Tapi saat-saat tertentu akan lebih besar lagi seperti musim buah dan musim hujan,"ucap Edi Kamtono saat diwawancarai dilokasi TPA.

Setelah meninjau TPA, Edi ta memungkiri musim buah atau musim hujan jumlahnya membludak dari biasa, sehingga air lindinya mencemari lingkungan sekitar.

Kendala lainnya saat musim kemarau juga sering terjadi kebakaran lahan di areal TPA.

“Oleh sebab itu kita serius untuk menangani TPA ini menjadi TPA dengan konsep sanitary landfill sebagaimana yang direkomendasikan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Menata TPA dengan konsep sanitary landfill, tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran senilai Rp10 miliar. Dana ini dimanfaatkan untuk penataan lanjutan infrastruktur.

"Ke depan, kita akan melanjutkan pembangunan bak naturasi untuk pengolahan air lindi. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk insinerator untuk memusnahkan zat-zat berbahaya,” terangnya pada awak media yang hadir.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved