Ada 6 OTT di Kalbar Selama 2018, Andi Musa Paparkan Hal Ini

Barang bukti uang Rp 20 juta. Itu dilakukan Kepala Kantor BPN Kabupaten Sanggau (inisial VS). LP tanggal 7 Februari 2018

Ada 6 OTT di Kalbar Selama 2018, Andi Musa Paparkan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua UPP Saber Pungli Kalbar sekaligus Irwasda (Inspektur Pengawas Daerah) Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Musa diwawancarai saat Rapat Kerja Daerah (rakerda) Saber Pungli Kalbar Tahun 2019 di Aula Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir Nomor 03, Kota Pontianak, Kamis (24/1/2019). 

Ada 6 OTT di Kalbar Selama 2018, Andi Musa Paparkan Hal Ini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ketua UPP Saber Pungli Kalbar sekaligus Irwasda (Inspektur Pengawas Daerah) Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Musa menerangkan sepanjang 2018 tercatat ada 6 kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tahun 2018 di Kalbar.

“Prosentase angka ini menurun sebesar 45,45 persen dari OTT tahun 2017 sebanyak  11 kasus,” ungkapnya saat Rapat Kerja Daerah (rakerda) Saber Pungli Kalbar Tahun 2019 di Aula Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir Nomor 03, Kota Pontianak, Kamis (24/1/2019).

Ia merincikan 6 kasus OTT itu yakni pertama, dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada penyimpangan/pungutan liar terhadap pengenaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pada penertiban sertifikat hak atas tanah di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Siang.

“Barang bukti uang Rp 20 juta. Itu dilakukan Kepala Kantor BPN Kabupaten Sanggau (inisial VS). LP tanggal 7 Februari 2018,” terang Andi Musa.

Baca: Tangani HIV-AIDS, DPRD Minta Diskes Mempawah Buat Program Sosialisasi

Baca: Cabuli Bocah Laki - Laki Sebanyak 4 Kali Pria 37 Tahun Diciduk Polisi

OTT kedua, dugaan tindak pidana korupsi pada dana ADD (honor) di Desa Ampar Benteng Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2017 berdasarkan laporan tanggal 12 April 2018. Ketiga, pemerasan dengan cara melakukan pungli terhadap sopir taxi yang membawa penumpang tanpa memiliki trayek di sekitar PLBN Aruk, Kabupaten Sambas.

“LP tanggal 8 Juni 2018. Ada tiga tersangka inisial FR, TSP dan JN. Barang bukti uang Rp 5.694.000 dan uang Ringgit Malaysia (RM) 155. Uang tunai Rp 30.131.000 dan Ringgit Malaysia (RM) 1.474. Hasil putusan sidang, 4 bulan penjara,” paparnya.

OTT keempat yakni LP tanggal 11 Juni 2018 terkait Kades Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang yang dilaporkan menerbitkan Surat Keterangan Meminta atau Memungut biaya sebesar Rp 10.000.000.

Baca: Sikapi Hama Blast, Dinas Pertanian Turunkan Tim ke Lapangan

Baca: Perangkat Desa Terima Gaji Setara PNS Golongan II Paling Lambat Maret

OTT kelima yakni LP tanggal 11 Mei 2018 terkait dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2016 dan Tahap I Tahun 2017 pada Desa Prongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau.

“Saat ini masih dalam penyidikan. Tersangka belum ditetapkan. Potensi kerugian negara sebesar Rp 216 juta,” imbuhnya.

Kasus OTT keenam sesuai LP tanggal 22 Oktober 2018 terkait dugaan tindak pidana pencucian uang pada pungli diduga dilakukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) di lingkungan Dinas PU Kabupaten Ketapang berinisial D.

“Barang bukti uang Rp 6.075.000, dua sertifikat rumah, 5 rumah burung walet, 7 kebun sawit, 19 sertifikat hak milik atas nama tersangka, 6 sertifikat hak milik atas nama istri tersangka dan 3 surat jual beli tanah kebun sawihat,” timpalnya.

Kombes Pol Andi Musa menambahkan barang bukti OTT Satgas Saber Pungli Provinsi Kalbar dan kabupaten/kota selama periode 21 November 2016 sampai dengan November 2018 sebesar Rp 982.165.888.

“Rinciannya, BB Tahun 2016 Rp 666.420.888. BB Tahun 2017 Rp 37.845.000. BB Tahun 2018 Rp 277.900.000,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved