Wadan Puspenerbad dan Bupati Jarot Sepakat Zona Tiga Sebagai Lokasi Markas Skadron Helikopter AD

Kami memerlukan lahan sekitar 35 hektar dengan perincian untuk perumahan 10 hektar dan 20 hektar untuk perkantoran.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno bersama Wadan Puspenerbad Brigjen TNI Eko Susetyo meninjau langsung lahan rencana pembangunan Markas Skadron Helikopter AD di lokasi zona tiga Kompleks Bandara Tebelian Sintang, Rabu (23/1/2019) sore. 

Wadan Puspenerbad dan Bupati Jarot Sepakat Zona Tiga Sebagai Lokasi Markas Skadron Helikopter AD 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Komandan (Wadan) Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), Brigjen TNI Eko Susetyo menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya menargetkan pada tahun 2021 nanti fasilitas Markas Skadron Helikopter AD di Kompleks Bandara Tebelian sudah diresmikan. 

"Kami memerlukan lahan sekitar 35 hektare dengan perincian untuk perumahan 10 hektare dan 20 hektareuntuk perkantoran. Kalau rencana 2021 sudah diresmikan, maka 2019 lahan sudah siap, 2020 sudah mulai bangun," ujar Brigjen TNI Eko Susetyo, Rabu (23/1/2019) sore. 

Wadan Puspenerbad menyampaikan bahwa di Lanud TNI AD di Kompleks Bandara Tebelian Sintang ini akan ditempatkan skuadron helikopter dan skuadron pesawat tanpa awak. Kemudian aktivitas di Markas Skadron Helikopter AD nanti, pihaknya juga akan menggunakan runway. 

Baca: Atbah Minta ASN Sambas Komitmen dan Taat Undang-undang

Baca: Bupati Karolin Disambut dengan Meriah Saat Resmikan Pabrik Sawit, Tonton Videonya

Baca: PREDIKSI Persiwa Wamena Vs Persib Bandung, JADWAL Lengkap Piala Presiden Babak 32 Besar

Saat meninjau Bandar Udara Tebelian dan lokasi pembangunan di Simpang Pandan. Wadan Puspenerbad Brigjen TNI Eko Susetyo dan Bupati Sintang Jarot Winarno sepakat memilih lokasi di zona tiga sebagai lokasi pembangunan Markas Skadron Helikopter AD. 

Sedikit mengulas mengenai Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) ialah kesatuan yang memiliki sarana penerbangan dan bertugas mendukung mobilitas tempur TNI Angkatan Darat. Penerbangan Angkatan Darat dioperasikan dalam medan tempur, apabila keunggulan udara telah dikuasai oleh pihaknya.

Sasaran di balik bukit yang tidak dapat dijangkau dengan tembakan artileri, dapat diserang secara langsung oleh Helikopter Angkatan Darat (AD) atau oleh pasukan mobil udara (Mobud) Saat ini Pusat Penerbangan Angkatan Udara dikomandani Mayor Jenderal TNI Stephanus Tri Mulyono. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved